Ming. Jul 25th, 2021

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Sejarah Fotografi, awal kelahiran dan perkembangan dunia fotografi

3 min read
Sejarah Fotografi

Sejarah Fotografi

Sharing is Caring

Fotografi yang berarti sebuah proses atau tahapan untuk menghasilkan suatu karya dalam bentuk pada sebuah gambar atau sebuah foto dari suatu obyek dengan merekam sebuah paparan cahaya yang dapat mengenai obyek tersebut pada suatu media alat yang peka terhadap cahaya. Alat sangat paling terkenal untuk menangkap sebuah cahaya ini adalah alat benda yang berupa kamera. Tanpa cahaya, tidak akan ada foto yang bisa dibikin. Untuk mendapatkan ketajaman pada cahaya yang tepat untuk menghasilkan sebuah gambar, digunakan sebuah bantuan alat ukur yang berupa lightmeter. Setelah mendapat suatu ukuran pencahayaan yang tepat tersebut, seorang fotografer dapat mengatur ketajaman pada suatu cahaya tersebut dengan merubah sebuah gabungan ISO atau ASA, diafragma, aperture, dan kecepatan rana atau speed.

Baca juga  5 Kitab Kuno Paling Kontroversial yang Dapat Merusak Dasar Sejarah Dunia

Sejarah dari fotografi yang dimulai pada abad ke 19, pada abad  ke 1839 adalah tahun awal kelahiran fotografi. Pada saat itu, di negara Perancis dapat dinyatakan secara asli bahwa fotografi adalah sebuah alternatif dari suatu teknologi. Saat itu, rekaman dari dua dimensi yang seperti dipandang oleh mata sudah bisa dibuat dengan cara yang permanen. Sejarah dari fotografer yang berawal jauh dari sebelum masehi yang pada abad ke 5 sebelum masehi, seseorang laki-laki yang bernama Mo Ti sudah mengerti suatu halnya dari sebuah gejala tersebut. Apabila pada tembok di ruangan yang gelap terdapat lubang kecil atau pinhole, maka ada di bagian dalam ruangan itu akan menggambarkan sebuah pemandangan yang di luar ruang secara terbalik lewat lubang kecil tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang dapat menyadari adanya pemandangan kamera yang obscura. Dari tahun ke tahun, banyak orang yang menyadari dan menyukai pada pemandangan ini, Aristoteles pada abad ke 3 dan seorang ilmuwan dari Arab yang bernama Ibnu Al Haitam atau disebut sebagai Al Hazen pada abad ke 10, yang sedang berupaya untuk menciptakan hasil karya sendiri dan serta mengembangkan suatu alat yang saat ini dapat dikenali sebagai kamera. Pada di abad 1558, seseorang peneliti dari negara Italia, yang bernama Giambattista della Porta telah disebutkan dengan ”kamera obscura” pada sebuah kotak yang dapat membantu seorang pelukis menangkap suatu bayangan pada gambar.

Baca juga  Asus Gandeng Tencent Siap Geber ROG Phone Generasi Kedua

Nama kamera obscura diciptakan dan dirilis oleh Johannes Kepler pada abad 1611. Johannes Kepler ini sudah membuat sebuah desain berbentuk kamera portable yang dibikin semacam bentuk dari sebuah tenda, dan memberikannya nama alat tersebut dengan nama kamera obscura. Didalam suatu tenda yang sangat gelap kecuali dari sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang akan membentuk suatu gambar atau kondisi di luar tenda di atas dengan selembar kertas. Berbagai macam para penelitian yang telah dilakukan mulai pada awal abad ke 17 ,seorang ilmuwan yang berkebangsaan dari Italia  yang bernama Angelo Sala akan memakai cahaya dari matahari untuk merekam sebuah serangkaian kata pada pelat chloride. Namun telah gagal mempertahankan sebuah gambar tersebut secara permanen. Sekitar abad 1800, Thomas Wedgwood, yaitu seseorang yang berkebangsaan Inggris akan mencoba eksperimen untuk merekam gambar yang positif dari indahnya pada kamera obscura yang berlensa, dan hasilnya tersebut sangat tidak satupun yang memuaskan. 

Baca juga  Website ini Menyediakan Tempat Bersejarah Kelam!
(Visited 6 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.