Sen. Sep 20th, 2021

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Kritik Pengiat Sosial : Gaya Jubir Istana Tak Berwibawa, Kurang tepat Mewakili Istana

2 min read
Kritik Pengiat Sosial : Gaya Jubir Istana Tak Berwibawa, Kurang tepat Mewakili Istana
Sharing is Caring

Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman sedang disorot. Gaya komunikasi Fadjroel dinilai kurang tepat mewakili Istana. Sudah sebaiknya diganti dengan sosok yang tepat. Kandidatnya banyak, dari Andi Mallarangeng hingga Tantowi Yahya.”Juru bicara sekarang muncul memang tapi sama sekali enggak menjadi representasi presiden yang berwibawa. Coba kita lihat tweetnya,” kritik pegiat media sosial Denny Siregar dalam sebuah video yang diunggah akun Youtube Cokro Tv dikutip di Jakarta, Sabtu (22/2/2020). Usai Denny melontarkan pernyataan itu, segera terlihat di video gaya Fadjroel yang sedang bermain Tik Tok. Fadjroel seolah-olah sedang mengendarai sepeda motor Vespa, dan mengenakan helm model kacamata.

Baca juga  Respons PA 212 Soal Prabowo Datang Ke Kongres PDIP

“Hallo, apa kabar, saya Fadjroel Rachman. Saya sekarang mencoba Tik Tok pertama saya, keren,” kata Fadjroel sambil mengacungkan ibu jarinya yang lantas diiringi suara tawa terbahak-bahak banyak orang.

Melihat Fadjroel bermain TikTok, Denny langsung ‘ngegas’ mengkritik. Ia mengaku tak kuat lagi untuk tidak mengkritik. “Bang Fadjroel, duh maaf bang. Gak tahan untuk gak kritik abang. Kayaknya abang lebih oke deh kalau ada di belakang layar daripada nampang di depan. Masak juru bicara presiden tik tokan? Hancur wibawa Jokowi kalau gini bang,” kata Denny yang sempat menepuk jidat.

Selanjutnya, Denny membuat kilas-balik siapa saja sosok yang pernah berperan sebagai Juru Bicara Istana dari masa ke masa. Antara lain, Wimar Witoelar di era Gus Dur dengan gayanya yang unik dan punya ciri khas rambut kriting dan berbicara lugas.

Baca juga  Nah, Lho! Akhirnya MA Kembali Tolak Kasasi Prabowo Soal Kecurangan TSM! Kurang Kerjaan?

Lalu, SBY juga punya Andi Mallarangeng dengan cirri khas kumis lebat dan selalu siap dikerumuni, membuat komunikasi antara istana dan publik menjadi lancar. “Juru bicara presiden bisa dianggap terasnya Istana, wajah depan yang selalu dilihat orang ketika lewat. Jadi mereka harus pintar bicara, pintar mengorganisir media. Paham bahwa mereka mewakili Istana dan juga harus tampil percaya diri, segar, ramah, dan enak dilihat,” beber Denny.

“Kalau pak presiden mau milih juru bicara yang oke, sini saya pilihkan. Ada Rizal Malarangeng, dengan suara berat dan wajah tampan,” sambung Denny. Kemudian, ada juga Tantowi Yahya, yang kini menjabat Dubes RI untuk Selandia baru. Sosoknya charming dan flamboyan, sehingga pasti bisa ngobrol enak dengan wartawan. “Kalau wartawan saja sudah tidak suka dengan penampilan juru bicara, bagaimana mereka bisa cerita yang bagus-bagus terhadap keputusan Istana?” Denny mengakhiri.

Baca juga  Cemburu dengan Nenek Dua Kakek Nekat Duel Hingga Sama Sama Tewas.
(Visited 13 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.