Sun. Jul 5th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Inilah Makna Sesungguhnya ‘Fergie Time’ yang Belum Banyak Orang Tau, Mengerikan!

3 min read
Sharing is Caring

Sir Alex Ferguson dikenal sebagai pelatih yang memiliki kredibilitas yang tinggi dan loyalitas yang sudah tidak bisa diragukan lagi. Bagaimana tidak, ia mengabdi pada Manchester United selama 26 tahun. Dalam waktu yang tidak sebentar itu, ia sudah menorehkan segudang prestasi bagi ‘Setan Merah’. Selain terkenal sebagai pelatih yang jenius, ia pun dikenal juga dengan pelatih yang memiliki ciri khas ‘Fergie Time’. Bagi fans MU mungkin sudah lumrah dengan istilah ini, lantas apa maksud sebenarnya dari ‘Fergie Time’ tersebut ?

Pada 1 April 1993, Manchester United berhasil merengkuh trofi Premier League pertama mereka. Dalam prosesnya, Steve Bruce sukses mencetak brace di menit-menit akhir laga. Ketika itu sang wasit, John Hilditch, memberi perpanjangan waktu hingga tujuh menit lamanya. Momen tersebut adalah kali pertama MU diuntungkan lewat gol di akhir laga. Hilditch pun menjadi aktor pertama sepanjang sejarah dalam skenario ‘Fergie Time’.

Baca juga  Napoli Imbang 1-1, Valencia Menang 4-1, Inilah Hasil Liga Champions Terbaru

Entah bagaimana caranya, Ferguson mampu memaksa wasit untuk memberikan perpanjangan waktu yang tidak sebentar. Hilditch mengaku kalaupun sekarang teknologi semakin berkembang, jalannya pertandingan tak akan mengalami perubahan yang signifikan. Mungkin itu bisa menjadi alasan mengapa ‘Fergie Time’ mampu bertahan lama.

Ferguson sendiri menjelaskan secara simpel apa itu ‘Fergie Time’. Menurutnya, Fergie Time hanyalah sebuah ‘trik’. Trik ia gunakan ketika MU akan mencari gol di penghujung pertandinhan hingga injury time. Biasanya, Fergie akan berdiri di touchline dan menunjuk kearah jamnya. Sebuah isyarat yang menunjukkan jika timnya telah dizalimi dan sebagai gantinya, sang wasit harus memberikan injury time yang banyak kepada timnya. Hal ini, oleh banyak pengamat, dianggap sebagai sebuah perang psikologis dari Sir Alex Ferguson.

Meski sempat dituduh bahwa Ferguson melakukan suap, akan tetapi itu hanya sekedar hujatan fans dari klub yang kalah.

Baca juga  Indonesia Berpeluang Menjadi Tempat Pembukaan Piala Dunia U-20 2021, Hebat!

“Jelas tim lawan takut dengan itu. Sehingga aku mulai terbiasa dengan menunjuk kearah jamku,”

“Namun, aku tak benar-benar melihat jamku. Sejujurnya, aku tak mengerti berapa menit, tapi tiba-tiba saja itu mengganggu pikiran lawan dan wasit. Dan itu hanyalah trik kecil.”

Setelah trik itu mampu mengganggu wasit dan pemain lawan, Fergie selalu meminta anak-anaknya untuk terus menyerang di 15 menit terakhir. Meski tidak selalu berhasil, akan tetapi hampir dari seluruh percobaan yang dilakukan seluruh berhasil. Trik tersebut pada akhirnya menjadi hadiah terbaik bagi fans dan pemain yang diberikan oleh Ferguson.

“Jika berada di ruang ganti setelah pertandingan yang mana kami mencetak gol di menit terakhir, rasanya luar biasa. Para pemain saling melompat ke tubuh yang lain, bertepuk tangan dan menjadikan tempat itu benar-benar fantastis,”

“Hal terpenting adalah para suporter, yang berjalan meninggalkan stadion untuk kemudian pergi ke bar guna membicarakan pertandingan, atau mereka yang pulang ke rumah untuk memberitahu istri serta anak-anak mereka mengenai apa yang terjadi di menit akhir pertandingan. Itu adalah tugasku, untuk membuat mereka pulang dengan perasaan bahagia.”

Baca juga  Langka dan Bersejarah! Real Madrid Vs Real Madrid di Final Copa Del Rey

Saat menjadi manajer setan merah, Ferguson sudah banyak menang dengan pertaruhan ‘Fergie Time’. Beberapa pertandingan yang paling diingat adalah pertandingan melawan Aston Villa pada 2009 yang mana sukses melancarkan United meraih gelar Liga, kemudian pada 2012 ketika melawan Manchester City yang mana setan merah berhasil mematahkan rekor tak terkalahkan The Citizen di kandang sejak Desember 2010.

Lalu yang terakhir tentunya saat Manchester United berhasil memenangkan gelar Liga Champions Eropa di tahun 1999. Kala itu, Teddy Sheringham mencetak gol pertama di menit-menit akhir pertandingan kontra Bayern Muenchen, sebelum Ole Gunnar Solskjaer sukses membalikkan keadaan.

(Visited 118 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.