Thu. Jul 2nd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Ini Dia Pemain Paling Fenomenal di Piala Dunia, Legenda Abadi Si Tembok Berlin!

3 min read
Sharing is Caring

Diketahui, sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya ada kurang lebih 20 pemain yang menyandang sebagai kapten tim pemenang Piala Dunia. Namun, diantara 20 pemain itu, hanya ada satu pemain yang berhasil mengangkat trofi dari ajang paling akbar yang juga bertepatan dengan penampilannya yang ke-100 di pentas internasional. Ia adalah Fabio Cannavaro. Ingat dengan pemain yang satu ini ?

Fabio memimpin Italia menjadi juara di perhelatan Piala Dunia 2006, di Jerman. Dalam turnamen tersebut, Cannavaro dkk membuktikan kualitas permainan Italia, dengan membukukan 5 clean sheet dan hanya kebobolan dua gol dari fase penyisihan hingga final. Hebatnya lagi, Fabio Cannavaro lah yang menjadi pusat dari pertahanan gila itu. Ketangguhannya mengawal lini belakang Italia ketika menaklukkan dunia, di saat Calcio berada dalam periode paling gelap, membuat Cannavaro dijuluki Il Muro di Berlino – The Berlin Wall – Si Tembok Berlin.

Dibalik keberangkatan Italia ke Jerman, mereka juga dihantui dengan skandal Calciopoli yang membuat Timnas Italia memiliki citra yang agak buruk dimata penikmat sepak bola kala itu. Namun, anggapan tersebut kian dipatahkan oleh Gli Azzurri setelah mereka mampu mengalahkan Jerman di kandang sendiri pada Piala Dunia 2006.

Baca juga  10 Momen Tak Terlupakan Di Dunia Sepakbola Dalam Satu Dekade Terakhir

Di tangan pelatih Marcello Lippi dan Fabio Cannavaro sebagai kapten, Timnas Italia berhasil meraih gelar Piala Dunia nya untuk yang keempat. Selama berpuluh-puluh tahun, kesuksesan Italia selalu dibangun dengan pertahanan yang kuat. Namun Lippi di turnamen ini juga memfokuskan pada skema serangan timnya. Francesco Totti diplot sebagai pendukung duet penyerang yang komposisinya kerap dirotasi, bergantian antara Luca Toni, Alberto Gilardino, Alessandro Del Piero, Filippo Inzaghi dan Vincenzo Iaquinta. Selain itu, dua full-back ofensif pada diri Gianluca Zambrotta dan Fabio Grosso pun memberi dimensi berbeda pada permainan Italia.

Penyerangan yang sangat luar biasa, pertahanan Italia pun tak tergoyahkan. Dibawah komando Cannavaro lini belakang Italia benar-benar sulit untuk ditembus. Bahkan, satu-satunya gol yang tercipta di fase grup pun tercipta karena gol bunuh diri Christian Zaccardo. Meski terus berada di atas langit, bukan berarti Gli Azzurri maju tanpa hambatan. Mereka harus kehilangan Alessandro Nesta yang mengalami cedera di laga terakhir fase grup. Kehilangan salah satu partner terbaiknya membuat tanggung jawab Cannavaro untuk mengawal lini belakang pun jadi semakin besar. Namun dia memberikan semua yang dia miliki demi tidak mengecewakan negaranya.

Baca juga  UPDATE ! Inilah Hasil Sidang Komdis PSSI 17/11/2019, Tumben Persib Cuma Disanksi Ringan ?

Cederanya Nesta, pelatih Filippi pun memilih Marco Materazzi untuk menggantikan posisinya. Dengan bantuan dari sang kapten, Materazzi pun mampu menjegal segala rintangan yang akan mengancam gawang Gli Azzurri. Dua orang ini juga yang menjadi pemain paling krusial di laga 9 Juli 2006, Berlin. Sebelum sampai ke situ, Italia terlebih dahulu melewati hadangan Australialewat penalti Totti di menit-menit akhir babak 16 besar. Satu gol Zambrotta dan doppietta Toni kontra Ukraina lalu membawa Italia berhadapan dengan Jerman di semifinal.

Menjadi tuan rumah, tentu saha Jerman menjadi tim unggulan. Mereka mencetak 11 gol hingga akhirnya mencapai babak empat besar. Namun, tak disangka, Cannavaro dkk berhasil menjegal langkah Jerman ke final, dan dibawah komando Cannavaro, Gli Azzurri mampu mengalahkan Jerman dengan skor 2-0.

Baca juga  Subhanallah ! Tak Seperti Roy Kiyoshi, Ramalan Maria Ozawa Benar Terbukti, Tentang Ini ?

Final Piala Dunia merupakan laga yang begitu didambakan oleh banyak pesepak bola. Bagi Cannavaro, laga tersebut merupakan laga yang spesial sepanjang karirnya. Di final tersebut, Cannavaro akan menjalani laga ke-100 untuk Timnas Italia. Meski begitu, framing media kala itu tidak mengarah pada Cannavaro. Semuanya hampir tertuju pada Zinedine Zidane yang kabarnya akan pensiun selepas ajang Piala Dunia 2006.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.