Wed. Oct 28th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Dituding Rugikan Negara Rp 568 Miliar, Mantan Bos Pertamina Divonis Bebas

2 min read
Dituding Rugikan Negara Rp 568 Miliar, Mantan Bos Pertamina Divonis Bebas
Sharing is Caring

Ada kabar terbaru soal nasib mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan. Menurut pengacaranya, Soesilo Aribowo, Karen telah mendapatkan vonis bebas dari Mahkamah Agung (MA). Seperti diberitakan Bizlaw.id Sebelumnya, Karen mengajukan kasasi ke MA atas vonis pengadilan tingkat pertama hingga Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.”Onslaag (bukan perbuatan pidana). Tinggal tunggu petikan,” singkat Soesilo saat dihubungi , Senin (9/3/2020).

Diketahui, Karen divonis 8 tahun penjara dan dena Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan karena dinilai terbukti mengabaikan prosedur investasi Pertamina dalam akuisisi blok migas BMG di Australia pada 2009. Dalam pertimbangan hakim, Karen dianggap melakukan investasi tanpa pembahasan dan kajian terlebih dahulu, serta tanpa persetujuan dari bagian legal dan Dewan Komisaris Pertamina.

Baca juga  Jakarta Dikepung Banjir, Rektor UIC Bela Anies dan Sebut Pengkritik Anies Kayak Gini

Atas perbuatannya, Karen dianggap telah merugikan negara Rp 568 miliar dan memperkaya mitra Pertamina, Roc Oil Company Australia. Hakim menyebut Karen melakukan tindak pidana korupsi bersama Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan; Manager Merger dan Akusisi Pertamina Bayu Kristanto dan Legal Consul and Compliance Genades Panjaitan.

Karen menjadi terdakwa kedua yang diputus bebas dalam kasus ini. Sebelumnya, MA sudah memvonis bebas Direktur Keuangan Pertamina Frederick ST Siahaan. MA menyatakan Frederick terbukti Ada kabar terbaru soal nasib mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan. Menurut pengacaranya, Soesilo Aribowo, Karen telah mendapatkan vonis bebas dari Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya, Karen mengajukan kasasi ke MA atas vonis pengadilan tingkat pertama hingga Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.”Onslaag (bukan perbuatan pidana). Tinggal tunggu petikan,” singkat Soesilo saat dihubungi Bizlaw.id, Senin (9/3/2020). Diketahui, Karen divonis 8 tahun penjara dan dena Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan karena dinilai terbukti mengabaikan prosedur investasi Pertamina dalam akuisisi blok migas BMG di Australia pada 2009.

Baca juga  Dana Desa, Kurangi Kemiskinan, Lokomotif Pembangunan Nasional

Dalam pertimbangan hakim, Karen dianggap melakukan investasi tanpa pembahasan dan kajian terlebih dahulu, serta tanpa persetujuan dari bagian legal dan Dewan Komisaris Pertamina. Atas perbuatannya, Karen dianggap telah merugikan negara Rp 568 miliar dan memperkaya mitra Pertamina, Roc Oil Company Australia.

Hakim menyebut Karen melakukan tindak pidana korupsi bersama Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan; Manager Merger dan Akusisi Pertamina Bayu Kristanto dan Legal Consul and Compliance Genades Panjaitan.Karen menjadi terdakwa kedua yang diputus bebas dalam kasus ini. Sebelumnya, MA sudah memvonis bebas Direktur Keuangan Pertamina Frederick ST Siahaan. MA menyatakan Frederick terbukti melakukan perbuatan seperti yang didakwakan penuntut umum. Tetapi, perbuatan tersebut bukan tindak pidana. Melakukan perbuatan seperti yang didakwakan penuntut umum. Tetapi, perbuatan tersebut bukan tindak pidana.

Baca juga  Puisi Cinta Dan 7 Foto Kenangan Kemesraan Almarhum Habibie Dan Istrinya
(Visited 3 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.