Tue. Oct 27th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Mujahid 212 Tolak Ahok Jadi Pimpinan Ibukota Baru, Ali Ngabalin Beri Tanggapan Pedas

1 min read
Mujahid 212 Tolak Ahok Jadi Pimpinan Ibukota Baru, Ali Ngabalin Beri Tanggapan Pedas
Sharing is Caring

Desas-desus pemindahan ibukota baru semakin kencang. Calon pemimpin di ibukota baru sudah mulai diperdebatkan. Ada 4 orang yang digadang-gadang menjadi calon pemimpin, yaitu Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Direktur Utama WIjaya Karya Tumiyana, dan Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro.

Dari keempat kandidat tersebut, Ahok mendapat penolakan dari kelompok 212. Dengan track record Ahok selama ini, mereka menolak Komisaris Pertamina tersebut menjadi pimpinan di calon ibukota baru.

Penolakan ini disampaikan oleh Damai Hari Lubis dalam pernyataannya.

“Kami butuh sampaikan statement bahwa apabila DPR RI sebagai wakil rakyat menyetujui kepindahan ibu kota negara ini, dan sebagai calon kepala daerahnya adalah Ahok, maka kami katakan dan nyatakan secara tegas, kami menolak keras Ahok lantaran fakta-fakta pribadi Ahok merupakan seorang jati diri yang memiliki banyak masalah,” ujar Damai.

Baca juga  Prabowo 'Senang' Ibu Kota Pindah Tapi Dengan Catatan, Apa Itu ? Lihat Ini !

Apa yang disampaikan Mujahid 212 ini kemudian mendapat tanggapan berupa komentar pedas dari Ali Mochtar Ngabalin.

“Kalau presiden nanti memilih Ahok kenapa ente yang sakit, kenapa ente yang punya badan gatal-gatal, kenapa ente yang kok naik asam lambung. Jangan donk,” ujar Mochtar Ngabalin 

(Visited 7 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.