Thu. Nov 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Masker Diserbu Warga Karena Panik Corona, Pengamat Minta Pemerintah Lebih Terbuka

2 min read
Sharing is Caring

Menyusul diumumkannya dua WNI yang positif terinfeksi virus corona, terjadi panic buying di masyarakat di beberapa daerah. Antara lain pembelian masker secara sporadis, cairan desinfektan, hingga bahan kebutuhan pokok.

Dilansir CNN, aksi panic buying itu terjadi terutama di DKI Jakarta dan sekitarnya. Hal itu karena masyarakat khawatir terhadap penyebaran Covid-19 yang mematikan tersebut.

Dari sumber yang sama, beberapa pengamat menilai kepanikan masyarakat tersebut sebagai akibat dari kesimpangsiuran informasi serta kurang terbukanya pemerintah terhadap penanganan corona.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah mengatakan, kepanikan itu tak lepas dari ketidakjelasan pemerintah Indonesia dalam menanggapi wabah virus corona. Padahal menurutnya, dalam dua bulan terakhir setidaknya negara-negara lain di dunia sudah mengeluarkan kebijakan yang lebih tegas.

Baca juga  Tak Lagi Dilarang, Valentine Day di Arab Saudi Digelar Mewah nan Meriah

Masyarakat panik membeli kemudian kedua nilai tukar Rupiah anjlok, banyak pengusaha yang rugi juga, perhotelan dan pariwisata, pemerintah rugi. Ini dampaknya panjang jadinya,” ujarnya seperti dikutip CNN Indonesia (3/3/2020).

Namun demikian Trubus mengingatkan bahwa pemerintah masih memiliki waktu untuk melakukan konsolidasi. Menurutnya pemerintah bisa berdialog dan menyiarkan informasi terkait corona dalam satu pintu kesatuan.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran, Yogi Suprayogi menyatakan pemerintah perlu mengambil langkah konkret. Hal itu agar masyarakat percaya sepenuhnya terkait pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona di Indonesia.

Yogi menuturkan sebaiknya pemerintah tidak hanya mengungkapkan jumlah pasien saja, tetapi juga memastikan langkah strategis guna pencegahan dan pengobatan risiko wabah corona. Yogi juga menenkankan agar ada satu protokol yang jelas dan bersifat satu komando.

Baca juga  Jangan Beri 10 Makanan Berbahaya Ini pada Kucingmu, Bisa Fatal!

Yogi melanjutkan, langkah taktis tersebut untuk menangkal hoaks yang kini berkembang di masyarakat. Keterbukaan informasi dalam satu protokol tersebut juga berguna untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah (public trust).

Karena teknik pencegahan itu bermacam-macam, seperti perusahaan swasta banyak yang membagikan masker, hand sanitizer. Dan, itu menurut saya bagus, setidaknya bisa menambah public trust,” katanya.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.