Sat. Sep 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Karir 5 Pesepak Bola Dunia Ini Harus Hancur Karena Narkoba, Ada dari Indonesia!

3 min read
Sharing is Caring

Narkoba menjadi momok yang sangat menakutkan bagi setiap kalangan, tak terkecuali para pesepak bola. Kesibukan dan keletihan yang luar biasa di lapangan, tentunya membuat para pesepak bola dunia berpikir bagaimana caranya mereka untuk terus menjaga kondisi tubuh mereka agar tidak mempengaruhi performa mereka di lapangan. Ada yang menggunakan vitamin, obat-obatan dari dokter, bahkan yang paling parah menggunakan Narkoba. Entah apa yang dilihat oleh para pengguna narkoba, namun zat yang satu ini benar-benar tidak baik untuk kesehatan, apalagi bagi para pesepak bola, bisa menghancurkan karir mereka.

Ternyata, sejauh ini sudah ada beberapa pesepak bola yang karirnya harus hancur karena narkoba. Siapa saja mereka ? Langsung aja simak pembahasannya, check it out!

1. Paul Gascoigne

Pemain asal Inggris berusia 52 tahun ini adalah pemain yang sangat bertalenta di masanya. Ia pun digadang-gadang sebagai pemain terhebat di tahun 1990 an, dimana tahun itu adalah tahun ia berjaya. Namun, dibalik kejayaannya itu, ia kerap tersandung kasus-kasus seperti kecanduan pada obat-obatan sejenis narkoba.

Baca juga  Barcelona 3-1 Dortmund, Liverpool 1-1 Napoli, Inilah Klasemen Terbaru Liga Champions UEFA

Pada 2010 silam, ia ditangkap di Villa di daerah Northumberland atas dugaan penggunaan obat-obat terlarang. Ia pun diduga memiliki obat-obatan jenis A yakni Kokain. Setelah itu, mantan bintang Timnas Inggris ini, menjalani rehabilitasi. Namun, sepertinya rehabilitasi tersebut tidak berpengaruh terlalu banyak baginya, hingga akhirnya ia kembali lagi mengonsumsi obat-obat terlarang.

Hingga saat ini, belum pasti bagaimana kondisi dari pesepak bola yang satu ini.

2. Diego Maradona

Diego Maradona disebut-sebut sebagai saingan Pele, sang pesepak bola terbaik sepanjang masa, meski sebenarnya Pele dan Maradona hidup di era yang berbeda, akan tetapi masih banyak orang yang membandingkan kedua pemain tersebut. Dibalik kecemerlangan karir sepak bola bintang Argentina yang satu ini, ternyata diketahui ia adalah seorang pemakai narkoba jenis Kokain. Hal ini terbukti pada tahun 1991 dan ia disanksi dengan hukuman 15 bulan penjara dan denda sebesar USD 70.000.

Baca juga  Ketimbang Bayern, Fabio Capello Sarankan Allegri untuk Latih Manchester United

3. Adrian Mutu

Sangat disayangkan, pemain yang satu ini terjerat kasus narkoba tidak lama setelah namanya meledak, tepatnya satu tahun setelah ia dibeli oleh Chelsea. September 2004 silam, Adrian terbukti menggunakan narkoba jenis kokain, yang membuat karirnya harus hancur dalam seketika. Tidak mau rugi, Chelsea langsung memecatnya. Ia pun terkena sanksi dilarang tampil selama tujuh bulan.

Setelah itu, Fiorentina masih mau menampungnya, ia pun menerima tawaran itu. Akan tetapi, hukuman tersebut sepertinya tidak membuat Adrian jera. Tahun 2010 ia tertangkap menggunakan stimulan yang dilarang pada tahun 2010.

4. Kurniawan Dwi Yulianto

Sudah beberapa pemain dari negara luar, kali ini kita ke Indonesia. Publik sepak bola Indonesia, tentunya tidak asing dengan bintang Timnas Indonesia yang satu ini. Kemampuannya ketika di lapangan membuat banyak orang menaruh apresiasi padanya. Karirnya terus menanjak, gol yang ia ciptakan pun benar-benar banyak. Akan tetapi, ketika di puncak karirnya bersama PSM Makassar, ia tersandung kasus penggunaan narkoba. Ia diketahui menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, yang membuat karirnya harus hancur dengan seketika.

Baca juga  Arsenal 1-2 Eintracht Frankfurt, Lazio 1-0 CFR Cluj, Inilah Klasemen Terbaru Liga Europa

Selain itu, ia juga dituduh mengonsumsi obat-obatan pada Sea Games 1997, karena ketika tes urine diketahui terdapat zat amphetamine dalam tubuhnya.

5. Mark Bosnich

Di nomor 5 ini masih dengan pemain yang karirnya harus hancur oleh narkoba ketika berada di puncak karirnya. Nama Mark Bosnich sempat tenar di awal tahun 2000-an. Bahkan, pemain yang satu ini sempat membela Manchester United dan Aston Villa sehingga kemampuannya sudah tidak usah diragukan lagi. Akan tetapi, sama seperti para pemain yang lain. Tatkala ia berada di puncak karirnya, tepatnya pada tahun 2001-2002, ia berpindah ke Chelsea. Nahas, karirnya harus runtuh ketika ia terbukti positif narkoba.

Ia diketahui mengonsumsi narkoba jenis ganja. FA pun langsung memberikans sanksi kepadanya berupa hukuman tampil selama sembilan bulan yang membuat kontraknya dengan Chelsea langsung terputus.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.