Fri. Sep 25th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Pesepak Bola Satu Ini Harus Menjadi Korban Kebencian dari Piala Dunia 2002!

2 min read
Sharing is Caring

Piala Dunia 2002 adalah gelaran Piala Dunia pertama yang diselenggarakan di luar Eropa. FIFA pun menunjuk dua negara Asia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia tersebut, yaitu Korea Selatan dan Jepang. Gelaran Piala Dunia tersebut pun menjadi Piala Dunia pertama yang memakai 20 stadion di 20 kota berbeda. Bisa dibilang bahwa Piala Dunia ini adalah Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah.

Meskipun begitu, kompetisi yang diadakan empat tahun sekali ini, ternyata banyak menuai kontroversi. Yang paling parah adalah aksi wasit yang diduga sangat berat sebelah pada tuan rumah Korea Selatan. Salah satu wasit tersebut adalah Bryan Moreno. Moreno diduga telah bersikap berat sebelah, terutama ketika babak perdelapan final. Kala itu, negara yang menjadi korban dari ketidakadilannya Moreno adalah Italia.

Baca juga  Semen Padang 1-0 Kalteng Putra, Inilah Klasemen Terbaru Shopee Liga 1 2019 Pekan 28

Meskipun kala itu sang tuan rumah, yakni Korea Selatan berhasil melaju dengan kecepatan penuh melewati negara-negara unggulan, akan tetapi dibalik itu semua tersimpan berjuta konspirasi. Di tim negara Korea Selatan pun ada satu pemain yang menjadi pusat perhatian, yaitu Ahn Jung-Hwan. Ahn pun menjadi salah satu aktor penting dalam laga kontra Italia. Ia mencetak gol penghenti kemenangan Italia ketika laga memasuki babak tambahan. Gol nya tersebut membuat Korea Selatan menang atas Italia hanya karena gol sundulan yang diciptakan Ahn. Hal ini disebabkan karena kala itu Piala Dunia 2002 masih menggunakan sistem golden goal, sehingga negara manapun yang pertama kali mencetak gol di babak tambahan, maka negara tersebut berhak lolos ke perempat final.

Baca juga  Resmi! FA Batalkan Kartu Merah Son Heung-min

Meskipun Ahn dianggap pahlawan bagi Korea Selatan, tapi tidak di mata para pencinta sepak bola Negeri Pizza. Parahnya lagi, hanya sehari pasca laga tersebut, klub Perugia, yang merupakan klub yang kala itu didiami oleh Ahn langsung membatalkan kontraknya secara sepihak. Presiden Perugia mengaku bahwa ia merasa sakit hati terhadap gol Ahn tersebut.

Ahn kemudian dicoret dari daftar pemain Perugia. Tak lama berselang, setelah dikecam dunia karena dianggap diskriminatif dan rasialis, Pihak klub Perugia meralat pencoretan Ahn. Namun, Ahn yang sudah patah arang dan sakit hati tak mau lagi kembali ke klub serie A tersebut. Ia berkata “Saya tidak akan pernah lagi membicarakan transfer saya ke Perugia, yang menyerang saya disaat seharusnya mereka mengucapkan selamat atas gol saya di Piala dunia.”

Keputusan Perugia kala itu dan konfliknya dengan Ahn sempat membuat persepak bolaan Italia dan Asia sempat memanas. Bahkan, Federasi Sepak Bola Asia Timur sempat melarang para pemainnya untuk berkarir di Italia.

Baca juga  Herrera Menilai Direksi MU Tidak Menganggap Penting Sepakbola

Ahn kemudian dicoret dari daftar pemain Perugia. Tak lama berselang, setelah dikecam dunia karena dianggap diskriminatif dan rasialis, Pihak klub Perugia meralat pencoretan Ahn. Namun, Ahn yang sudah patah arang dan sakit hati tak mau lagi kembali ke klub serie A tersebut. Ia berkata “Saya tidak akan pernah lagi membicarakan transfer saya ke perugia, yang menyerang saya disaat seharusnya mereka mengucapkan selamat atas gol saya di Piala dunia.”

(Visited 4 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.