Wed. Sep 23rd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Jerman Menangis di Rumah Sendiri,Inilah Alur Piala Dunia 2006 yang Membuat Dunia Heboh!

3 min read
Sharing is Caring

Jerman akhirnya mendapat kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk yang kedua kalinya, setelah sebelumnya telah diberi kesempatan pada tahun 1974. Dengan diikuti oleh 198 negara dari seluruh dunia di babak kualifikasi, jumlah peserta dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Namun peserta di putaran final masih sama dengan Piala Dunia sebelum-sebelumnya, yaitu 32.

Stadion yang dipilih FIFA ada sekitar 12 stadion. Di Piala Dunia kali ini pula FIFA mengeluarkan aturan baru, dimana stadion yang namanya terkait dengan nama sebuah sponsor, maka harus diganti menjadi Stadion FIFA World Cup, stadion yang namanya diganti antara lain Signal Iduna Park di Dortmund dan Allianz Arena di Munich. Opympiastadion di Munich tidak jadi digunakan, hal ini dikarenakan FIFA hanya mengizinkan satu kota diwakili satu stadion saja.

Baca juga  Pesepak Bola Satu Ini Harus Menjadi Korban Kebencian dari Piala Dunia 2002!

Para peserta di putaran final dibagi ke dalam 8 grup. Tim yang berhasil meraih posisi 1 dan 2 akan lolos ke babak selanjutnya. Di babak kedua para peserta menjalani fase knocked out, di mana tim yang kalah akan langsung tersingkir.

Salah satu hal menarik yang terjadi dalam Piala Dunia kali ini adalah banyaknya wasit mengeluarkan kartu. Tercatat bahwa kartu ada 373 kartu yang wasit keluarkan, dimana 28 kartu diantaranya adalah kartu merah dan sisanya kartu kuning. Ada sebuah kejadian lucu karna saking banyaknya kartu yang dikeluarkan. Wasit Graham Poll memberikan 3 kartu kuning kepada pemain Kroasia, Josip Simunic ketika laga kontra Australia. Kok bisa seperti itu ? Padahal kan jika seorang pemain sudah terkena kartu kuning kedua maka otomatis pemain tersebut mendapat kartu merah dan langsung keluar lapangan. Jawabannya, mungkin sang wasit kala itu sedang lupa.

Baca juga  Alisson Becker Dengan Hebatnya Cetak Assist untuk Mohamed Salah!

Setelah kejadian itu, FIFA meniadakan kartu kuning kedua dan membuat Graham Poll tidak dipakai lagi di pertandingan selanjutnya. Tak lama setelah pentas empat tahunan itu usai, Graham Poll mundur total dari pentas internasional.

Tim-tim unggulan masih mendominasi. Italia, Jerman, Portugal dan Prancis masih terlalu tangguh bagi tim peserta lainnya. Keempat tim tersebut mampu melaju hingga babak semifinal. Italia bertemu tuan rumah Jerman, Prancis menghadapi Portugal.

Italia mampu mempermalukan tuan rumah Jerman dan lolos ke final. Bermain tanpa gol hingga waktu usai, Jerman tak mampu membendung dua gol Gli Azzurri yang dilesakkan Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero di menit-menit terakhir babak tambahan.

Masuk ke partai final, sang penantang Gli Azzurri, Prancis mampu menundukkan Portugal dengan skor 1-0. Final Piala Dunia 2006 akhirnya mempertemukan Italia dengan Prancis. Dipimpin oleh wasit asal Argentina Horacio Elizondo, partai puncak dilangsungkan di Olympiastadion di kota Berlin. Pertandingan berjalan seru, kedua tim saling adu serang. Skor 1-1 menutup babak kedua, pertandingan dilanjutkan ke babak extra time.

Baca juga  Walau Ada Mourinho, Eriksen Tetap Mantap Untuk Hengkang

Dimenit-menit akhir laga, terjadi sebuah peristiwa yang pasti akan selalu diingat, yakni tandukan Zinedine Zidane kepada Marco Materazzi. Zidane pun di kartu merah dan pastinya hal itu membuat mental tim menjadi turun. Alhasil, Italia pun menjuarai turnamen tersebut di babak adu penalti. Meski Zidane telah melakukan hal yang tidak terpuji tersebut, ia tetap menyandang sebagai pemain terbaik dan ia pun akhirnya pensiun.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.