Thu. Nov 26th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Klose, Pemain dengan Prinsip Kejujuran yang Kuat di Lapangan, Sportif Abis!

3 min read
Sharing is Caring

Miroslav Klose, mungkin banyak orang yang tidak mengetahui siapa dia ini. Pemain yang satu ini adalah seorang pesepak bola asal Polandia yang bermain bagi Timnas Jerman. Ia benar-benar asli orang Polandia. Namun, ketika Nazi dan Hitler jatuh, ayah Klose membawa keluarganya untuk berpindah ke Jerman. Klose sendiri merupaka keturunan dari orang tua yang bisa dibilang seorang atlet. Sang ayah adalah seoranga atlet sepak bola, sedangkan sang ibu adalah atlet bola tangan yang juga bermain di Timnas Polandia.

Dan seperti rekannya yang hangat dan menyenangkan, Lukas Podolski, Klose pun menghapus stigma murung khas Slavik dengan sikapnya di lapangan yang santun dan sangat menjunjung tinggi kehormatan dalam bermain. Hal itu pernah ditunjukkannya dalam sebuah momen ketika masih berseragam Werder Bremen di tahun 2005 lalu. Dalam sebuah insiden minor di kotak penalti Arminie Bielefeld, Klose yang terjatuh di dalam kotak penalti kemudian sukses mendapatkan penalti bagi timnya.

Baca juga  Tuduh Sadio Mane Tukang Diving, Juergen Klopp Balas Tudingan Pep Guardiola

Bukannya ia merayakan gol dan merasa kegirangan atas usahanya tersebut, tak disangka-sangka ia malah mendatangi wasit dan mengatakan bahwa ia tidak pantas mendapatkan gol tersebut. Hal inilah yang akhirnya membuat Klose dibanjiri pujian dari banyak orang, bahkan Bundesliga menyiapkan fair play award bagi Klose, luar biasa bukan ?

Alih-alih senang, Klose malah menyatakan hal yang tidak pernah diduga kembali oleh orang-orang.

Penghargaan ini adalah kehormatan besar tapi juga sedikit membuatku sebal. Bersikap sportif adalah sikap yang harus selalu kita pegang di lapangan dan aku akan terus melakukannya.”

Sungguh hebat bukan sikapnya ? Apalagi melihat banyak pesepak bola menghalalkan segala cara hanya untuk mencetak gol. Ternyata, apa yang ia nyatakan pada dunia sepak bola, bukan hanya ucapan saja. Ia memegang prinsipnya tersebut hingga bertahun-tahun berkarir di dunia sepak bola. Ketika berseragam Lazio, penyerang yang kala itu sudah memasuki usia senja, sempat mencetak gol ke gawang Napoli pada tahun 2012. Masalahnya, gol yang ia cetak ke gawang tim asal Naples itu berbelok arahnya masuk ke gawang karena terkena tangan. Wasit, yang tak dengan jelas melihat insiden itu, lantas mengesahkan gol itu. Sontak, pemain Napoli berang.

Baca juga  Klub Inggris Satu Ini Berganti Nama Karena Diganggu Oleh Hantu!

Lima sampai enam pemain Napoli mendekat ke wasit dan mempertanyakan keputusan sang pengadil karena gol pemain Jerman tersebut berbau handball. Klose yang dipanggil mendekat ke wasit untuk memberi konfirmasi, alih-alih menolak tangannya berperan aktif dalam proses gol, justru menjawab bahwa tangannya memang membantu bola berbelok masuk ke gawang. Gol pun resmi dibatalkan dan Klose sekali lagi membuktikan ia memang pemain yang sportif dan pria yang baik.

Berselang empat tahun dari kejadian tersebut, ia mengungkapkan pernyataan yang menggemparkan banyak orang dalam acara penganugerahan yang dilakukan DFB (federasi sepak bola Jerman. Ia ditanya mengenai gol di laga Napoli. “Napoli? Ya, bagi saya itu adalah keputusan mudah. Wasit memanggil saya mendekat dan bertanya apakah bola mengenai tangan saya. Saya jawab sesuai fakta di lapangan karena memang itu adanya dan itu karakter saya. Kita adalah figur panutan di lapangan dan sudah sebaiknya memberi contoh yang baik bagi pesepak bola muda di luar sana.”

Di saat banyak para pemain dunia melakukan aksi-aksi drama yang berujung kontroversi, Klose malah menunjukkan sikap sportifnya yang luar biasa. Memang, diving, pelanggaran, kecurangan di lapangan merupakan bagian dari sepak bola, namun olahraga yang satu ini ini tidak melulu berbicara soal menang, menang, dan menang, akan tetapi harus ada moralitas yang ditunjukkan di lapangan.

Baca juga  Nasib Miris CR7 Diantara Lionel Messi dan Paulo Dybala!

Berkaca dari Klose, terkadang, kita perlu percaya bahwa nasib baik mengiringi tindakan baik manusia yang ia lakukan di masa sebelumnya. Sikap sportif Klose di tahun 2005 dan 2012 lalu mungkin hanya berskala kecil, tapi di akhir kariernya, ia mendapat balasan yang setimpal: sebuah trofi juara dunia.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.