Thu. Jul 2nd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Alen Hallilovic, The Next Messi yang Karirnya di Barcelona Harus Hancur Karena Ayahnya!

2 min read
Sharing is Caring

Alen Hallilovic, seorang pesepak bola muda yang disebut-sebut sebagai The Next Lionel Messi. Ia mendapat sebutan tersebut ketika ia berhasil menunjukkan debut hebatnya bersama Dinamo Zagreb. Gaya permainannya pun kerap dibandingkan dengan sang maestro sepak bola asal Argentina tersebut. Penggiringan bola yang telaten, kecepatan yang luar biasa membuat ia disegani oleh para lawannya. Debutnya bersama Dinamo Zagreb bermula ketika ia berusia 16 tahun, usia yang masih sangat muda memang.

Di usianya yang seperti itu, ia sudah bolak-balik di tim senior Dinamo Zagreb. Ia pun langsung memecahkan rekor dan poster anak nasional. Memulai debutnya dalam laga yang disebut Eternal Derby bersama Dinamo Zagreb, membuat dirinya menjadi pemain termuda yang pernah bermain untuk tim asal Kroasia tersebut yakni usia 16 tahun 101 hari.

Baca juga  Resmi Pensiun di Usia 38 Tahun, David Villa Ungkap Alasannya Tinggalkan Barcelona

Ia pun menjadi pemain termuda kedua yang telah tampil di Liga Champions sepanjang sejarah. Hebatnya lagi, Hallilovic sudah memulai debutnya bersama Timnas Kroasia di usianya yang baru menginjak 16 tahun. Kala itu ia bemain bersama Ivan Rakitic dan Luka Modric dalam laga persahabatan kontra Portugal. Berkaca pada statistik permainannya, mustahil tidak ada klub yang terpikat dengan kemampuannya. Klub-klub besar Eropa seperti Manchester City dan Barcelona ternyata tergoda oleh pemain yang satu ini. Barcelona pun menawarkan hal tersebut pada Hallilovic.

Sead Hallilovic, yang merupakan ayah dari Alen Hallilovic sekaligus manajernya sudah tentu langsung menyetujui permintaan tersebut. Akhirnya, Sead beserta keluarga rela pindah dari Zagreb ke Catalan. Usut punya usut, Alen yang kala itu sudah berusia 18 tahun ternyata sangat mengidolakan Messi. Sead pun berpikiran bahwa berpasangan dengan Messi di Barcelona akan membuat karir anaknya menjadi baik.

Baca juga  Lewandowski 4 Gol, Harry Kane 2 Gol, Lihat Nih Top Skor Liga Champions Hingga Pekan Ke 5

Seperti para pemain yang baru direkrut, ia pun ditempatkan di Barcelona B. Setahun di Barcelona B ternyata membuat namanya makin diperhitungkan. Akan tetapi, hal itu dirusak oleh kontroversi yang terjadi di belakang layar antara manajemen dengan ayahnya. Tentu saja hal itu akan merusak rencana yang telah dibuat oleh manajer Barcelona B yaitu Eusebio. Bagi Hallilovic, menyeimbangkan kebutuhan dua pikiran sepakbola yang sangat berbeda tentunya merupakan beban yang cukup berat untuk dilakukan.

Pengaruh Sead terhadap sang anak sangatlah berlebihan. Ia seperti mengontrol si anak yang membuat dirinya tidak bisa bergerak bebas. Akhirnya, manajemen Barcelona memutuskan untuk Hallilovic untuk masih tetap berada di Barcelona B, namun Sead tidak mengindahkan hal itu, dan memilih untuk berhenti saja. Alhasil, ia pun dikirim ke Sporting Gijon dengan status pinjaman.

Baca juga  10 Momen Tak Terlupakan Di Dunia Sepakbola Dalam Satu Dekade Terakhir
(Visited 3 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.