Mon. Sep 28th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Prabowo Patuh Kepada Jokowi Bukan Takut Akan Resufle

2 min read
Sharing is Caring

Survei Indobarometer yang menyebut tingkat kepuasan publik terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menempati posisi paling tinggi, yakni mencapai 26,8 persen justru menghadirkan kekhawatiran. Pasalnya, menteri Jokowi yang berkinerja baik justru kena reshuflle. Hal demikian, pernah dialami Anies Baswedan sebagai Mendikbud. Begitu juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang tidak kembali dipilih pada periode kedua kepemimpinan Jokowi.

Menanggapi hal itu politisi Partai Gerinda Yan Permenas Mandenas mengatakan, soal isu reshuffle itu prerogatif Presiden. “Gerindra pada prinsipnya patuh dan tunduk pada kebijakan-kebijakan yang menyangkut pada hak prerogatif Presiden, soal isu reshuffle dan sebagainya,” kata dia, saat ditemui, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2). Presiden, kata dia, pasti memiliki penilaiannya sendiri terkait kinerja segenap anak buahnya. Sejauh ini, tegas dia, Prabowo menjalankan tugas sesuai dengan arahan Presiden.

Baca juga  TKN Bubar, Lampu Hijau buat Gerindra, Demokrat, dan PAN Merapat ke Jokowi

“Pak Prabowo melakukan segala sesuatu juga berkonsultasi dengan Jokowi. Tidak melakukan segala sesuatu secara sepihak,” ungkapnya. Yan mengatakan, Prabowo selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Prabowo dinilainya akan menjalankan dengan baik tugas yang dipercayakan Jokowi padanya. “Sepanjang ditugaskan, beliau (Prabowo) kerja. Jadi soal penilaian masyarakat itu silakan saja. Itu objektivitas dari setiap orang punya hak. Apalagi dari Indobarometer, lembaga survei dan lain lain. Prinsipnya Pak Prabowo kerja saja,” ujarnya

Kehadiran Prabowo di kabinet menurut dia memberikan warna tersendiri. Status Prabowo sebagai kompetitor Jokowi pada Pilpres 2019 lalu, membuat sosok ketum Gerindra itu bukan menteri biasa.

“Saya pikir keberadaan beliau (Prabowo) di kabinet ini bukan sebagai seorang menteri biasa, tapi punya posisi tawar dan posisi politik yang cukup kuat untuk menyatukan masyarakat Indonesia pasca pilpres,” terang Yan.

Baca juga  Kemarin Piton Hangus Terbakar, Sekarang Habitat Orangutan Rusak Karena Kebakaran Hutan!

Dia menambahkan, keputusan Prabowo untuk bergabung dalam kabinet seharusnya mendapatkan apresiasi. Sebagai bentuk kedewasaan demokrasi di Indonesia.

“Kalau ada komentar miring sini sana sebenarnya orang-orang punya pemahaman politik yang sangat dangkal. Seharusnya memberikan apresiasi atas jiwa besar dan kebijaksanaan Pak Prabowo untuk bisa masuk sebagai pembantu Presiden,” tandasnya.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.