Wed. Sep 23rd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Cek Usia Anda, Ini Usia Paling Tidak Bahagia Menurut Riset Ahli

2 min read
Cek Usia Anda, Ini Usia Paling Tidak Bahagia Menurut Riset Ahli
Sharing is Caring

Life began at 40, demikian pendapat umum yang kerap kita dengar. Usia 40-an diyakini merupakan masa kematangan hidup seseorang. Usia ini juga dianggap sudah dewasa secara psikis emosional. Lalu bagaimana dengan kebahagiaan hidupnya?

Sebuah studi yang dilakukan tim dari Universitas Edinburgh menemukan temuan yang mengejutkan. Menurut hasil penelitian, fase umur 40-an atau paruh baya justru mengalami krisis dalam hidupnya. Krisis tersebut lebih disebabkan oleh faktor biologis ketimbang sosial.

Dilansir BBC, David Blanchflower, profesor dari Dartmouth College, menemukan bahwa rata-rata usia di mana orang merasa paling tidak bahagia dalam hidup di negara maju adalah usia 47,2 tahun. Sementara di negara berkembang, rata-rata usia paling tidak bahagia adalah 48,2 tahun. Ini merupakan titik terendah dalam hidup seseorang.

Baca juga  Banyak Yang Tidak Tahu, Ternyata Bagian Dari 3 Buah Ini Bisa Beracun

Di usia 47 orang mulai merasa realistis. Mereka sudah menyadari bahwa mereka tidak akan menjadi presiden. Ini adalah sesuatu yang dimiliki manusia dalam gennya,” katanya.

Menurut David, usia yang terburuk adalah di tengah-tengah antara 40-50 tahun. Namun setelah seseorang melewati usia 50, justru tahap awal kehidupan terbaik akan kembali didapatkan.

Penelitian tersebut berdasarkan analisa data yang dilakukan di 132 negara yang terdiri dari 95 negara berkembang dan 37 negara maju. Riset itu juga telah diterbitkan pada Januari 2020 oleh National Office of Economic Research. 

Sementara itu menurut studi psikologi, menurunnya indeks kebahagiaan paruh baya salah satunya disebabkan keinginan yang semakin berkurang. Mereka belajar untuk beradaptasi pada kelemahan dan kekuatannya. Di sisi lain, aspirasi dan impiannya yang tidak mungkin terealisasi memperburuk hal tersebut.

Baca juga  5 Cara Sederhana Agar Terhindar dari Kerusakan Gigi

Selain itu dari sisi finansial, David Blanchflower berargumen jika masa paruh baya berarti momen yang rentan, terlebih ketika orang tersebut tengah menghadapi masa ekonomi sulit. Faktor tersebut akan membuat tantangan hidup terasa lebih berat.

Sedangkan seorang peneliti di Brookings Institution di Washington, Jonathan Rauch menganalisa, krisis di usia 40-an sebagai ‘celah ekspektasi’, karena banyak yang menyadari bahwa cita-cita mereka terlalu ambisius.

Tapi jangan khawatir, setelah melewati usia 40 dan memasuki usia 50 tahun titik balik kebahagiaan umumnya akan kembali didapatkan. Pasalnya ekspektasi tersebut dihapus dan mulai mengembangkan kemampuan untuk mengelola emosi.

Kurva kebahagiaan di usia 50 menantang namun transformatif. Usia ini cenderung jauh dari kompetisi dan lebih mendekat pada komunitas. Jalan baru hidup yang bahagia dimulai dengan pola pikir yang lebih bijaksana.

Baca juga  Lakukan 6 Trik Ini Agar Mata Lebih Tajam Tanpa Bantuan Dokter!
(Visited 8 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.