Fri. Feb 21st, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

PDIP : Menteri Kok Tanpa Program

2 min read
Sharing is Caring

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon menyoroti beberapa menteri yang dianggap tidak bekerja maksimal selama 100 hari kepemimpinan Presiden Jokowi. Menurut Effendi, terdapat beberapa menteri Jokowi yang perlu dievaluasi dari jabatannya. politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, Jokowi memiliki banyak program di bidang ekonomi yang sangat bagus. Namun, menurutnya, program itu tidak didukung dengan menteri di bidang perekonomian.

Karenanya, Effendi kemudian meminta perlunya evaluasi kepada Menteri Keungan Sri Mulyani. Sebab, Sri Mulyani dianggap tidak memiliki nilai jual di mata pasar. Selain Sri Mulyani, Effendi juga menyentil kinerja Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Tidak ketinggalan, Menteri Pariwisata Wishnutama dan Wamen Angela Tanoesoedibjo. Menurut Effendi, keduanya tidak bekerja sesuai harapan selama 100 hari kepemimpinan Jokowi.

Baca juga  Klaim Kasus Rizieq Sudah Kelar, Jubir FPI Sontak Dibungkam Polri!

“Kita lihat para awak yang membawahi bidang-bidang kementerian yang dimaksud kan apa iya sesuai dengan yang diharapkan? Kan tidak, bagaimana Menteri Pariwisata sudah sekian bulan nggak ada programnya. Ini contoh. Menteri yang lain sama, menteri investasi mana mau berinvestasi menarik,” imbuhnya.

Merujuk hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebut publik tak terlalu peduli terhadap keberadaan jabatan Wakil Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. Sigi itu menyebut ada atau tidaknya jabatan ini tak terlalu berpengaruh pada masyarakat.

Direktur Eksekutif IPO Dedy Kurnia Syah mengatakan survei menunjukkan 37 persen responden menyatakan wakil menteri diperlukan, 21 persen menyatakan tidak diperlukan, dan 42 persen tak memberikan pendapat.

Baca juga  DPRD DKI: Formula E Itu Ecek-Ecek, Rencana Kaleng-Kaleng! Sandiaga Langsung Bilang Begini

“Tingginya yang tidak memberikan pendapat ini sebetulnya menunjukkan bahwa masyarakat berpikir bahwa ada tidak adanya wakil meteri tidak masalah,” kata Dedy dalam diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 Februari 2020. Dedy mengatakan dari kajian IPO, jabatan ini dinilai publik tak terlalu berpengaruh dalam pengambilan kebijakan.” Kenapa Wakil Menteri dianggap tak terlalu signifikan, karena memang kebijakan-kebijakan lebih banyak kepada menterinya,” kata Dedy.

Dedy mengatakan dari 37 persen yang sepakat keberadaan wamen, menyebut Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin dan Kartiko Wirjoatmojo, menjadi yang paling disukai publik. Mereka menilai duet ini cocok berada di jabatan mereka.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.