Tue. Sep 22nd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Mahasiswa WNI di Wuhan: Bahan Pokok Langka, Seikat Kol Berharga Rp 200.000

2 min read
Mahasiswa WNI di Wuhan: Bahan Pokok Langka, Seikat Kol Berharga Rp 200.000
Sharing is Caring

Hal tersebut diungkapkan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang tertahan di Wuhan, Tiongkok. Akibat penyebaran virus corona membuat sejumlah toko di sana tutup. Alhasil harga kebutuhan pokok di Wuhan meningkat tiga kali lipat dari biasanya.

Sebagaimana diwartakan Pikiran Rakyat, seorang mahasiswa Indonesia asal Cikarang Bekasi, Husnia ikut terisolir di Wuhan. Husnia merupakan mahasiswa program studi Sastra Mandarin di Universitas Negeri Surabaya. Dia memperoleh beasiswa dari Central China Normal University di Wuhan.

Melalui video call kepada keluarganya, Husnia menceritakan kisahnya yang terpaksa tertahan di Wuhan. Menurutnya secara keseluruhan kondisi Wuhan baik-baik saja. Husnia menuturkan sejumlah video yang viral tentang Wuhan tidak semuanya benar.

Baca juga  10 Foto Tempat Wisata Ini Tidak Bisa Kamu Posting di Instagram

Hanya saja, Husnia mengakui harga kebutuhan pokok menjadi meroket akibat isolasi yang diberlakukan di daerah tersebut.

Perbandingannya itu seperti sayur hijau kubis atau kol, harganya sekarang bisa sampai Rp 200.000. Bukan sekilo ya tapi seikat. Biasanya Rp 50.000. Ini yang paling dirasakan karena kan bahan kebutuhan pun barangnya susah,” ujar Husnia

Beruntung kesulitan bahan pangan itu dapat teratasi dengan bantuan dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok. Pasalnya Husnia beserta teman-temannya mendapat bantuan dana untuk mahasiswa. Setidaknya menurut Husnia hal itu meringankan kesulitan mereka meski jumlah bantuan tersebut tidak bisa dibilang mencukupi. 

Selain bantuan keuangan, Husnia dan rekannya juga bersyukur karena KBRI juga akan memberi perlengkapan lain seperti obat-obatan dan masker yang sangat diperlukan. Husnia dan rekannya berharap dapat segera pulang untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta

Baca juga  Kesurupan Masal Terjadi di Sekolah ini!
(Visited 14 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.