Tue. Sep 22nd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

3 Musim Terburuk Persib Di Liga Indonesia, Dua Kali Nyaris Degradasi

2 min read
3 Musim Terburuk Persib Di Liga Indonesia, Dua Kali Nyaris Degradasi
Sharing is Caring

Persib adalah satu dari sedikit klub yang sejak Liga Indonesia pertama hingga sekarang yang tak pernah absen ikut di kasta teratas dan tak pernah degradasi. Hanya empat klub yang dari 1994 hingga sekarang tak pernah turun kasta, tiga lainnya adalah Persija, PSM, dan Persipura. Akan tetapi, dalam sejarahnya Persib tidak selalu mulus dalam mengarungi kompetisi. Selain pernah dua kali juara, Persib juga pernah mengalami masa-masa sulit dalam beberapa musim. Nah, berikut ini adalah deretan musim terburuk Persib di Liga Indonesia.

1. Liga Indonesia 2003

Untuk pertama kalinya Liga Indonesia menjadi sistem satu wilayah dan untuk pertama kalinya pula Persib mendatangkan pemain asing sekaligus pelatih asing, Marek Andrejz Sledzianowski dari Polandia. Sepanjang musim Persib mengalami performa yang buruk dan lebih sering kalah. Marek pun dipecat di tengah jalan dan digantikan oleh Juan Antonio Paez. Meskipun bersusah payah, pergantian pelatih tersebut cukup efektif. Persib mendarat di peringkat lima belas dan harus mengikuti play off degradasi. Maung Bandung selamat dari turun kasta setelah menang atas Persela dan PSIM serta imbang atas Perseden Denpasar.

Baca juga  Smalling Solusi Terbaik Untuk Arsenal

2. Liga Indonesia 2006

Risnandar yang menjadi pelatih Persib di awal musim 2006 harus dipecat karena kalah di dua pertandingan awal dan digantikan oleh Arcan Iurie. Pada musim tersebut Persib kembali seperti bukan tim besar dan terlalu sering kalah dan mendarat di peringkat 12 dari 14 tim. Namun sebelumnya PSSI dengan kontroversial menghilangkan degradasi karena alasan keprihatinan gempa Yogyakarta di mana dua tim asal Yogya yaitu PSS dan PSIM mengundurkan diri sebelum musim berakhir.

3. Liga 1 2017

Liga 1 2017 merupakan kompetisi resmi setelah dua tahun vakum dan Persib masih berstatus sebagai juara bertahan karena merupakan juara ISL 2014. Sempat mengejutkan sepakbola nasional karena mendatangkan mantan gelandang Chelsea dan Real Madrid, Michael Essien. Namun pada musim 2017 Persib keteteran dan Djadjang Nurdjaman hengkang dari jabatannya sebagai pelatih dan digantikan oleh pelatih sementara Herrie Setiawan. Persib finish di peringkat ketiga belas atau terburuk sejak 2006.

Baca juga  Aneh! Tanpa Pemain Liverpool Inilah Starting XI Terbaik Liga Inggris Pekan Ini
(Visited 12 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.