Sun. Jul 5th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

3 Klub Sepakbola Yang Gelar Juaranya Dicabut Karena Pengaturan Skor, No 2 Paling Terkenal

2 min read
3 Klub Sepakbola Yang Gelar Juaranya Dicabut Karena Pengaturan Skor, No 2 Paling Terkenal
Sharing is Caring

Dalam sepakbola sportivitas dan fair play sangat diutamakan. Kalah menang sudah biasa namun menang dengan sportif dan menerima kekalahan secara lapang dada itu luar biasa. Namun terkadang fanatisme dan uang bisa merubah segalanya dan menciderai arti fair play sebenarnya. Bahkan ada setidaknya tiga klub sepakbola di dunia ini yang gelar juaranya dicabut karena terlibat dalam pengaturan skor. Ini tentunya memberikan efek jera bagi para pelaku pengaturan skor. Nah, berikut ini adalah tiga klub sepakbola terkenal yang gelar juaranya dicabut karena skandal pengaturan skor.

1. Jeonbuk Hyundai

Pada 2017 klub asal Korea Selatan, Jeonbuk Hyundai diketahui terbukti melakukan kecurangan dengan cara membayar wasit pada 2013. Akibatnya Jeonbuk harus menerima sanksi berupa pencabutan beberapa gelar dan pengurangan poin di K League. Tak hanya itu, AFC juga mencabut gelar juara Liga Champions Asia 2016 yang sempat diraih Jeonbuk Hyundai.

Baca juga  4 Negara Yang Paling Sering Menjuarai Piala AFF, Bagaimana Dengan Indonesia?

2. Juventus

Klub paling terkenal yang pernah terlibat dalam skandal pengaturan skor adalah Juventus pada 2006 yang lalu. Ketika itu sejumlah klub Serie A termasuk Juventus, terbukti melakukan pengaturan skor dan membuat Juve diturunkan ke Serie B. Bukan hanya itu, gelar dua Scudetto Juventus juga dicopot. Gelar musim 2004/05 tidak diberikan kepada siapapun namun untuk gelar musim 2005/06 diberikan kepada Inter Milan yang finis di peringkat tiga. Posisi dua ditempati AC Milan yang juga ikut terlibat dalam Calciopoli tersebut.

3. Shanghai Shenhua

Salah satu klub besar asal China, Shanghai Shenhua diketahui juga pernah terlibat dalam pengaturan skor di Liga Super China dan akibatnya gelar juara liga pada 2003 mereka dicabut. Selain itu, mereka dikenai denda senilai 120 ribu euro (setara Rp1,5 miliar) dan pengurangan enam poin di musim 2013, serta menghukum orang-orang yang terlibat yakni larangan berkecimpung seumur hidup di dunia sepak bola China.

Baca juga  Bantai PSIS 0-6, Persib Naik Ke Posisi 7, Kippersluis Cetak Hattrick, Ini Prediksinya !
(Visited 16 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.