Mon. Jul 13th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Heboh KAS dan Sunda Empire, Psikolog: Delusi Tak Tersalurkan Akibat Merasa Terasing

2 min read
Sharing is Caring

Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan kemunculan Kerajaan Agung Sejagat (KAS). Tak tanggung, pemimpinnya bahkan mengklaim menguasai Pentagon dan PBB. Sang Raja dan Ratu KAS pun akhirnya dicokok polisi dengan tuduhan mendirikan negara dalam negara dan dugaan kasus penipuan.

Tak lama berselang, di Bandung Jawa Barat muncul Sunda Empire yang tak kalah menggemparkan. Serupa KAS, Sunda Empire juga memiliki pengikut dan perangkat kelengkapan tak ubahnya seperti monarkhi kerajaan.

Baik KAS maupun Sunda Empire, keduanya berpijak pada romantisme sejarah serta klaim-klaim sepihak terhadap kejayaan masa lampau. Diwartakan Pikiran Rakyat, aktivitas Sunda Empire sudah resmi dihentikan.

Kabid Kesbangpol Kota Bandung, Sony menuturkan bahwa kejadian Sunda Empire sebenarnya sudah lama yakni terjadi sekitar April 2019 lalu. Namun seiring maraknya pemberitaan tentang KAS maka kehadiran kerajaan angan-angan tersebut menjadi heboh kembali.

Baca juga  Setelah Melihat Jokowi Dan Prabowo Bertemu, Tak Disangka Reaksi Novel Bamukmin Ini

Menurut Sony, penghentian kegiatan Sunda Empire juga dibantu oleh Kodim 0618/Berdiri Sendiri. Aktivitas kelompok yang sempat meresahkan masyarakat tersebut sudah ditegur dan ditangani oleh pihak TNI.

Sementara itu, Psikolog Sosial dari Universitas Padjadjaran, Noer Fauzi Rachman menilai bahwa fenomena kerajaan tersebut merupakan delusi yang tak disalurkan pada sarana yang tepat. Pada akhirnya delusi tersebut malah menimbulkan keresahan masyarakat dan pelakunya terancam pidana.

Delusi tidak diletakkan pada alat-alat yang bisa diterima masyarakat,” ujarnya seperti dikutip Pikiran Rakyat (18/1/2020).

Selain itu menurutnya delusi itu terjadi akibat si pelaku dan pengikutnya mengalami kekosongan nilai. Mereka umumnya merasa terasing dalam kehidupan sosial masyarakat. Mereka juga terobsesi untuk memiliki kekayaan, kejayaan, serta jabatan dengan cara-cara yang instan dan tak wajar.

Baca juga  PA 212 Akan Gelar Reuni Di Monas: Kami Ingin HRS Hadir
(Visited 4 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.