Thu. Jul 2nd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Sejarah Harakiri atau Seppuku, Tradisi Bunuh Diri yang Dilakukan di Jepang

3 min read
Sejarah Harakiri

Sejarah Harakiri

Sharing is Caring

Jepang selalu dikenal dengan budayanya yang sangat unik dan aneh. Salah satu budaya yang aneh atau mungkin agak seram adalah Seppuku. Ritual bunuh diri yang banyak dilakukan oleh samurai Jepang di masa lalu ini menjadi legenda. Bahkan sering dimunculkan dalam beberapa film dunia yang memiliki setting Jepang atau dalam anime Gintama yang meskipun adegan Seppuku dalam anime tersebut tidak benar-benar dilakukan dan lebih ke unsur komedi.

Harakiri (Hara = perut, Kiru = menusuk) walaupun demikian orang Jepang sendiri jarang yang menggunakan kata Harakiri. Mereka lebih senang menggunakan kata Seppuku yang memiliki arti yang sama dengan Harakiri. Budaya harakiri ini adalah tatacara budaya kesatrian (Bushido) yang dilakukan oleh kaum Samurai. Budaya ini sudah dilakukan sejak abad ke 12 dan mulai dilarang secara resmi di tahun 1868, walaupun demikian sampai saat ini masih tetap saja banyak yang mempraktekannya.

Bahkan di Jepang sendiri memiliki hutan yang bernama Aokigahara yang terkenal sebagai tempat praktek Harakiri. Hutan Aokigahara terletak di bagian barat laut Gunung Fuji, sekitar 100 kilometer sebelah barat Tokyo. Dengan luas 30 kilometer persegi. Selain itu hutan ini juga kerap disangkutpautkan dengan kematian karena kawasan itu diyakini pernah digunakan untuk melakoni ubasute—ritual untuk mengasingkan manula ketika masa kelaparan dan musim kering melanda.

Baca juga  5 Temuan Tengkorak Palsu yang Mengejutkan Ilmuwan

Sejarah Harakiri atau Seppuku

Orang yang pertama kali melakukan seppuku adalah Minamoto no Yorimasa saat terjadi Perang Uji di tahun 1180. Sejak saat itu seppuku sering dilakukan oleh siapa saja yang menjalani kehidupan bushido atau jalan hidup samurai.

Lambat laun budaya seppuku ini terus dikembangkan hingga memiliki upacara tersendiri di awal abad ke-17. Seppuku tidak bisa dilakukan oleh siapa saja, terlebih jika ia hanyalah rakyat biasa. Seppuku hanya dilakukan oleh samurai yang ingin menjaga harga dirinya. Mereka akan memotong perut mereka hingga meninggal dunia dan mempertahankan harga diri yang harganya melebihi nyawa mereka sendiri.

Tidak semua orang bisa melakukan seppuku, hanya mereka yang menjalankan bushido saja yang bisa. Selain itu, samurai pun tak bisa melakukan ritual mengerikan ini secara tiba-tiba. Mereka harus meminta izin terlebih dahulu kepada daimyo atau penguasa yang membawahi para samurai. Jika daimyo mengizinkan, maka mereka akan melakukannya dengan sesegera mungkin.

Daimyo biasanya mengizinkan para samurai melakukan seppuku agar mereka tidak ditangkap musuh. Atau disiksa musuh dengan sangat mengerikan. Para samurai lebih suka membunuh dirinya sendiri daripada kalah dan harus masuk ke wilayah musuh sebagai tahanan. Seppuku bukan perkara memotong perut lalu semuanya selesai. Tapi juga masalah harga diri dan juga ketaatan kepada para pemimpin.

Baca juga  Anime ini Memiliki Unsur Illuminati dan Satanis Didalamnya!

Selain itu mereka juga biasanya melakukan hal itu jika daimyo telah meninggal. Bukti kesetiaan itu dilakukan dengan memotong perut mereka hingga ajal datang menjemput. Apa yang dilakukan oleh samurai ini mirip dengan budak yang biasanya ikut dikubur saat majikannya meninggal dunia.

Selain masalah harga diri dan kesetiaan. Seppuku biasanya juga dilakukan untuk sebuah perdamaian. Daimyo akan memanggil samurai yang diinginkan musuh dan menyuruhnya bunuh diri. Samurai ini dianggap sangat hebat hingga harus segera mati agar keamanan antar dua wilayah bisa dikendalikan. Setelah samurai melakukan ritual, dua wilayah biasanya baru akan melakukan perjanjian baru agar tidak terjadi perang.

Seppuku hanya dilakukan oleh samurai saja. Namun, seorang wanita bisa melakukan hal serupa dengan memotong bagian tubuhnya sendiri. Apa yang dilakukan oleh wanita yang biasanya istri samurai ini dinamakan dengan Jigai. Ia akan memotong lehernya dengan cepat untuk membuatnya mati dengan cepat. Selain itu hal ini dilakukan agar tak ada orang yang bisa mencegahnya.

Baca juga  5 Film Hollywood yang menyontek dari Anime Jepang

Selain untuk menunjukkan kesetiaan kepada suami yang telah meninggal akibat seppuku. Para wanita ini juga melakukan bunuh diri untuk menghindari penangkapan musuh. Dengan membunuh dirinya sendiri, mereka akan menghindari tindak asusila yang dilakukan musuh. Dengan begitu, mereka akan menjaga kehormatan sebagai seorang istri.

Seppuku tidak dilakukan dengan tanpa upacara. Biasanya samurai yang akan melakukan seppuku disuruh untuk menyantap makanan terakhirnya. Mereka pun disuruh mandi dan mengenakan pakaian seba putih. Saat melakukan ritual mereka akan menusuk perut beberapa kali agar wajahnya menampakkan kesakitan. Dengan wajah kesakitan inilah mereka dianggap sangat berani dan mau mengorbankan jiwanya untuk daimyo.

Setelah perut terbelah dengan sempurna, samurai akan menegakkan kepalanya. Di sinilah proses terakhir seppuku akan terjadi. Seorang samurai lain di belakang akan siap memenggal kepala dari samurai agar rasa sakitnya segera hilang. Dari sini ritual seppuku selesai dan harga diri samurai serta daimyo akan tetap terjaga.

(Visited 226 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.