Thu. Jan 23rd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Mitsutoki Shigeta Putra Miliarder yang Pekerjakan Puluhan Wanita Sebagai Pabrik Bayi

2 min read
Mitsutoki Shigeta

Mitsutoki Shigeta

Sharing is Caring

Mitsutoki Shigeta, seorang putra miliarder yang terkenal di Jepang, dilaporkan karena mempekerjakan banyak wanita Thailand pada 2015 silam. Pria yang diketahui berusia 29 tahun tersebut, mempekerjakan puluhan wanita Thailand untuk melahirkan anak-anaknya.

Melalui konferensi video pada 6 Januari 2018, Shigeta bersaksi untuk meminta hak asuh atas anak-anaknya dalam persidangan di Thailand. Permintaan hak asuhnya tersebut akan dikeluarkan pada 20 Februari nanti, kata pengacaranya.

Kasus ini menjadi sorotan publik di Thailand dan dikenal sebagai kasus ‘Pabrik Bayi’.

Anak-anak hasil jerih payahnya tersebut kini dirawat di bawah pengawasan Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand hingga ada keputusan final dari pengadilan.

Baca juga  4 Anomali Aneh yang Menantang Logika Sains

Belum diketahui secara rinci sudah berapa banyak anak yang terlahir dari hasil kerja kerasnya tersebut, namun beberapa laporan menyebutkan sudah ada lusinan.

Menurut keterangan polisi Thailand, tes DNA yang dilakukan juga menyatakan Shigeta adalah ayah biologis dari setidaknya 15 orang anak yang sudah menjalani tes DNA.

Melalui pengacaranya Shigeta mengatakan ingin memiliki banyak anak karena dia menginginkan sebuah keluarga besar yang akan mewarisi kekayaan keluarganya.

Anak dari salah satu pemilik perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang ini juga diyakini telah memiliki lebih banyak anak di negara lain di mana undang-undang tentang surrogacy tidak ketat. Pada tahun 2014, muncul laporan ia juga telah melakukan perjalanan ke India dan Ukraina untuk memiliki anak.

Baca juga  5 Fakta Menarik Prof. Emil Salim, Sosok Menteri Yang Menjabat Sejak Era Soeharto!

Pejabat Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Thailand bergiliran bersaksi di pengadilan pada sidang itu. Salah satu dari mereka mengatakan, mereka pergi ke Kamboja dan Jepang untuk mengunjungi tempat-tempat di mana pria ini ingin anak-anaknya dibesarkan dan semuanya terlihat baik.

Beberapa wanita Thailand memulai sebuah tuntutan hukum kepada Shigeta di kementerian tersebut pada Januari 2015, dengan tuduhan melanggar hak mereka. Sebelumnya, surrogacy tidak diatur secara ketat di Thailand sampai adanya kasus pria Jepang ini.

Surrogacy adalah suatu pengaturan atau perjanjian yang mencakup persetujuan seorang wanita untuk menjalani kehamilan bagi orang lain, yang akan menjadi orang tua sang anak setelah kelahirannya.

Pada tahun 2015, undang-undang tersebut diubah untuk melarang surrogacy komersial. Kini peraturannya menjadi perkawinan orang Thailand dengan WNA asing setidaknya harus berlangsung selama 3 tahun. Selain itu wanita yang melakukan Surrogacy haruslah berusia di atas 25 tahun.

Baca juga  Tak Seindah Drama, Ternyata Beginilah Fakta Kelam Kehidupan Korea Selatan
(Visited 196 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.