Sun. Aug 9th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Sulli dan Hara Meninggal Dunia, Warga Korsel Suarakan UU Anti Komentar Jahat

2 min read
UU Anti Komentar Jahat

UU Anti Komentar Jahat

Sharing is Caring

Kematian beberapa artis di Korea Selatan terkait perundungan membuat warga negeri ginseng tersebut kembali menyuarakan regulasi tentang kebebasan berkomentar di internet.

Dilansir laman CNN Indonesia, Undang-undang terhadap komentar jahat di media sosial makin kuat disuarakan pasca mantan personel KARA, Goo Hara ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Minggu (24/11/2019) petang.

Diketahui, Goo Hara kerap menjadi bahan rundungan warganet. Beragam nyinyiran seringkali ia terima di medsos, mulai dari persoalan operasi kelopak mata hingga saat menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan mantan kekasihnya.

Sebelumnya ada juga artis lain Sulli yang ditemukan meninggal dunia pada Oktober 2019 lalu. Serupa Hara, Sulli juga kerap menerima nyinyiran dari warganet. Dalam siaran langsung terakhir sebelum meninggal, Sulli sempat mengatakan dirinya bukan orang jahat dan tak ada alasan yang membuatnya layak dicaci begitu rupa.

Baca juga  Tampil Stylist, 6 Artis ini Malah Dibilang Pakai Kacamata 'Tukang Las'

Kejadian demi kejadian tersebut memicu reaksi dari pihak setempat. Anggota parlemen Korea Selatan lalu mengajukan Rancangan Undang-Undang untuk mengatasi serangan komentar jahat di jagat media sosial.

Direktur Asosiasi Manajemen Hiburan (Entertainment Management Association) Song Sung-min mengatakan pelecehaan serta nyinyiran netizen kepada artis perempuan merupakan permasalahan serius di negeri ginseng tersebut.

“Sangat sulit menemukan cara untuk membuat regulasi terhadap komentar jahat karena sistem mengidentifikasi nama asli di internet dianggap tidak konstitusional,” kata Song Sung-Min seperti dikutip CNN Indonesia (25/11/2019).

Sistem penggunaan nama asli di media sosial memang telah diterapkan pemerintah Korea Selatan sejak Oktober 2005. Namun pada 23 Agustus 2012, Mahkamah Konstitusi Korea memutuskan aturan tersebut inkonstitusional sebab melanggar kebebasan berbicara di dunia maya.

Baca juga  Tajir Melintir, Inilah 15 Artis Indonesia yang Memiliki Mobil Super Mewah

Kini, peraturan tersebut didorong kembali setelah sejumlah publik figur meninggal yang dipicu akibat serangan komentar jahat warganet. Sistem nama asli tersebut diterapkan untuk membuat masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap jejak-jejak digital yang mereka tinggalkan di dunia maya.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.