Thu. Jan 23rd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Tojo Hideki, Panglima Tentara Jepang Berjuluk Hitler Dari Timur. Ini Akhir Karirnya!

2 min read
Tojo Hideki

Tojo Hideki

Sharing is Caring

Tojo Hideki adalah Panglima tentara Jepang di masa Perang Dunia II. Bersama Hitler dan Mussolini, Hideki memicu pecahnya perang dunia, dengan serangan brutal ke beberapa titik strategis lawannya. Jepang menyerang pangkalan tentara Amerika Serikat di Pearl Harbour, 7 Desember 1941, yang menimbulkan banyak korban.

Dalam waktu singkat, trio Jerman, Italia dan Jepang menguasai berbagai belahan dunia. Sayangnya, satu demi satu daerah kekuasaan itu kembali bisa direbut kembali. Mussolini tewas di hadapan regu tembak, setelah ditangkap oleh para gerilyawan Italia. Jenazahnya dibawa ke Milan, dan menjadi sasaran kekesalan rakyat. Warga kota meludahi, menendangi, lalu menggantung jenazahnya secara terbalik di atas atap sebuah pom bensin. Tak puas sampai di situ, warga kota masih melempari jenazahnya dengan batu.

Baca juga  5 Penemuan Mengejutkan yang Mengubah Sejarah. Nomor 1 Dari Indonesia

Tak ingin tewas dengan cara seperti Mussolini, Hitler akhirnya memutuskan untuk melakukan aksi bunuh diri bersama kekasih yang baru saja dinikahinya, Eva Braun, dan anjing kesayangan mereka, Blondi. Eva Braun dan Blondi tewas akibat racun sianida yang ditelannya, sedangkan Hitler yang juga menenggak sianida, menembak kepalanya sendiri dengan menggunakan pistol.

Bagaimana dengan nasib Tojo Hideki? Segera setelah Kaisar Jepang menyerah kalah dari sekutu, Hideki seolah tahu akhir kekuasaannya. Sang Jenderal bergelar ‘Razor’ atau pisau silet, mencoba melakukan upaya bunuh diri. Dia menembak bagian badannya dengan pistol Colt 32, saat hendak ditangkap oleh tentara Amerika Serikat. Dalam kondisi berlumuran darah, tenaga kesehatan negeri Paman Sam berhasil menyelamatkan nyawanya. Sejak itu, Hideki dijaga ketat, dan dirawat hingga sembuh.

Baca juga  7 Kisah Pelarian dari Penjara Paling Legendaris Dalam Sejarah

Setelah sembuh, pengamanan kelas satu tetap diberikan kepadanya di penjara Sugamo, Tokyo. Hideki juga menjalani proses pengadilan perang Timur Jauh. Persidangan yang berlangsung selama 3 tahun itu menghasilkan keputusan yang berat bagi Tojo Hideki. Dia divonis hukuman gantung. Hukuman itu dijalaninya pada 23 Desember 1948, sepekan sebelum ulang tahunnya yang ke-64. Jenazahnya dikremasi, dan sebagian abunya ditebarkan di laut oleh Militer Amerika Serikat. SIsanya ditempatkan di kuil Yasukuni, Jepang.

(Visited 21 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.