Thu. Jul 16th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Perdebatan Agama VS Sains Tentang Alien

2 min read
Perdebatan Tentang Alien

Perdebatan Tentang Alien

Sharing is Caring

Selama Abad Pertengahan, hampir semua teolog Kristen menerima bumi sebagai pusat alam semesta. Inkuisisi Katolik menghukum orang-orang yang berani menyuarakan gagasan lain.

Bahkan di Amerika saat ini, banyak orang Kristen menghindari belajar tentang penemuan-penemuan ilmiah baru.

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada Februari 2014 berjudul “Pemahaman Agama tentang Sains” yang menguji orang non-Kristen.

Kelompok itu terdiri dari 42 persen Yahudi, 52 persen Muslim, Budha, dan Hindu (sebagai kelompok). Mereka ditemukan lebih tertarik pada penemuan ilmiah baru. Sedangkan sekitar 30 persen dari semua evangelis memandang bahwa sains dan agama adalah oposisi.

Al-Qur’an dan Alkitab Ibrani mengajarkan bahwa Allah yang Hidup menciptakan seluruh alam semesta bagi perkembangan universal dan evolusi kehidupan.

Baca juga  Fakta Mengejutkan Dibalik 4 Tempat Terkenal di Dunia!

Percaya atau tidak, Sejarah Kuno Menganjurkan Bahwa Ateisme sama alaminya dengan Manusia seperti halnya Agama.

Sekarang, beberapa ilmuwan telah mengidentifikasi sekelompok planet di luar tata surya kita dengan kondisi kimia yang sama yang mungkin memiliki kehidupan seperti di Bumi.

Mereka menemukan bahwa peluang kehidupan untuk berkembang di permukaan planet berbatu seperti Bumi terhubung dengan jenis dan kekuatan cahaya yang dilepaskan oleh bintang inangnya.

Mereka mengusulkan bahwa bintang-bintang yang mengeluarkan sinar ultraviolet yang cukup (UV) dapat memulai kehidupan di planet yang mengorbit dengan cara yang sama seperti yang mungkin terjadi di Bumi, di mana sinar UV memberi energi serangkaian reaksi kimia yang menghasilkan unsur-unsur pembangun kehidupan.

Baca juga  7 Tempat di Alam Semesta yang Menjadi Target Pencarian Alien

Para peneliti telah mengidentifikasi berbagai planet di mana sinar UV dari bintang inangnya memungkinkan reaksi berlangsung.

Karbon dari meteorit yang menghantam Bumi berinteraksi dengan nitrogen di atmosfer untuk membentuk hidrogen sianida. Hidrogen sianida menghujani permukaan, di mana ia berinteraksi dengan unsur-unsur lain dengan berbagai cara, ditenagai oleh sinar UV dari matahari.

Bahan kimia yang dihasilkan dari interaksi ini menghasilkan blok bangunan RNA, kerabat dekat DNA, yang diyakini sebagian besar ahli biologi adalah molekul pertama kehidupan yang membawa informasi.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.