Thu. Oct 29th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Mengapa 24 Jam Dihitung Sehari ? Ini Sejarahnya!

2 min read
Mengapa 24 Jam Dihitung Sehari

Mengapa 24 Jam Dihitung Sehari

Sharing is Caring

Mungkin sebagian besar dari kita benar-benar sangat bingung mengapa dalam satu hari 24 jam ? Kenapa tidak 25 jam ? Atau 30 jam ? Itu yang mungkin jadi pertanyaan kita semua selama ini.

Dikatakan bahwa penghitungan jam ini telah ada sejak zaman Mesir dan Babilonia. Tapi konsep 24 jam itu sendiri berasal dari Mesir kuno. Pada awalnya mereka membagi hari menjadi 10 jam dengan alat yang disebut jam bayangan, dan mereka pun menambahkan satu jam di setiap akhir waktunya, yaitu pada waktu senja dan pagi.

Tak adanya sinar matahari ketika malam hari, membuat mereka kebingungan dalam menghitung jam. Akhirnya, mereka pun melakukan pengamatan bintang.

Baca juga  5 Foto Terakhir sebelum Kejadian Tragedi Mengerikan

For Your Information, pada zaman kuno yang dari segi teknologi masih terbilang kurang canggih, mereka memiliki 36 rasi bintang yang disebut decans.

Rasi ini akan naik berturut-turut di permukaan bumi. Setiap decan yang naik sebelum matahari terbit, itu dihitung 10 hari. Jadi jika 36 decan naik penghitungannya 36×10 = 360 hari.

Saat senja, rasi bintang tersebut (decan) akan muncul sebanyak 18. Tapi, jika malam hari akan berkurang 3 decan.

Ketika malam hari terlihat 12 decan, maka dari itu ini dijadikan titik awal bahwa pada malam hari itu ada 12 jam.

Para astronom Yunani pun mencari tau tentang hal itu. Hingga ada seorang astronom Yunani, yaitu Hipparchus yang mengusulkan bahwa sehari menjadi 24 jam.

Baca juga  Kamu Pecinta Ikan Cupang? Nih 7 Jenis Ikan Cupang Hias Terbaik Untuk Dipelihara!

Sudah selesai masa Mesir kuno, lalu penghitungan tersebut dilakukan oleh bangsa Babilonia.

Mesir kuno tadi menemukan penghitungan hari dan jam, lain cerita dengan temuan Babilonia. Mereka mulai membagi satu jam menjadi 60 menit dan satu menit 60 detik. Sampai sekarang tidak ada yang tahu mengapa bangsa Babilonia menggunakan angka 60. Ada yang berspekulasi bahwa angka tersebut merupakan nomor khusus untuk penghitungan fraksi.

Meski temuan dan metode ini telah berlangsung selama beberapa ribu tahun ke belakang, tapi kita masih menggunakannya. Jadi, bisa dipastikan bahwa orang-orang zaman dahulu yang tanpa mesin-mesin modern bisa lebih kreatif dan lebih ulet dibanding orang-orang di zaman sekarang.

Baca juga  Pantesan Aris Pilih Hukuman Mati Ketimbang Kebiri, Penyebabnya Karena ini
(Visited 83 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.