Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Kasus Bunuh Diri Terbesar di Daerah Ini Dikaitkan Dengan Mitos Mengerikan

2 min read
Kasus Bunuh Diri Terbesar

Kasus Bunuh Diri Terbesar

Sharing is Caring

Kasus gantung diri pada umumnya dilandasi akibat depresi atau tekanan batin dan putus asa yang sudah memuncak sehingga gelap mata mengakhiri hidupnya dengan cara itu. Namun yang terjadi di wilayah desa Gunungkidul, kasus tersebut warganya mempercayai ada kaitannya dengan mitos yang sudah turun temurun.

Seperti dilansir dari Suara.com (7/11/2019) belum genap satu pekan, korban akibat gantung diri kembali berjatuhan di daerah selatan Kota Jogja tersebut. Hingga kini daerah itu tercatat sebagai angka tertinggi kasus bunuh diri di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setahunnya dirata-ratakan mencapai 30 orang yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dengan cara melilitkan seutas tali dilehernya.

Menurut tokoh pemuda Desa Ngalang Kecamatan Gedangsari Gunungkidul, bernama Badrun, menuturkan dirinya mempercayai masih berlakunya mitos bernama “pulung gantung” yang membuat warga bunuh diri dengan menggantungkan dirinya.

Baca juga  Makin Panas, Galih Ginanjar Sebut Hotman Paris Tukang Provokasi

Badrun mendapatkan cerita soal Pulung Gantung dari kakeknya bernama, Kiai Wasitodimedjo. Saat menjelang waktu magrib jika melihat benda yang melayang seperti bola api, maka itu adalah Pulung Gantung.

“Cung kae sik mlaku neng duwur kae pulung gantung, yen ngerti Ie nibo mesti ono beboyo sripah kang kanti lantaran gandulke awakake anggo tali,” tutur Badrun, dilansir dari suara.com (7/11/2019).

Kalau ditranslete kira-kira begini; “Nak, itu yang berjalan sendiri di atas itu Pulung Gantung, jika tahu jatuhnya pasti ada bahaya orang meninggal dengan cara menggantungkan tubuhnya menggunakan tali).”

Badrun mengaku pada Rabu (6/11/2019) sore menjelang magrib dirinya melihat mirip bola api yang bergerak melintasi tempat tinggalnya dan menuju arah timur, persis seperti tang diceritakan kakeknya.

Baca juga  5 Misteri Tertua di Dunia yang Berhasil Dipecahkan

“Nah mungkin itu juga Pulung Gantung, (karena dengar-) dengar di wilayah timur ada yang meninggal gantung diri,” tuturnya sembari membenarkan jika Kecamatan Nglipar memang berada di sebelah timur Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari.

Meski demikian Badrun tak mau ikut-ikutan beropini mengaitkan kematian gantung diri itu dengan mitos Pulung Gantung. Akan tetapi dirinya mempercayai mitos itu benar-benar nyata.

“Saya tidak ngelantur cerita, anda tidak percaya (silahkan), saya tetap percaya Pulung Gantung karena Allah menciptakan dunia Iengkap dengan isinya. Kita hidup selalu berdampingan antara yang wujud dan yang gaib,” katanya.

Dilansir dari Suara.com (7/11/2019) menurut Ketua Yayasan Imaji (lembaga pemerhati bunuh diri) Jaka Januwidiastha, mitos Pulung Gantung memang masih sangat dipercaya warga di Gunungkidul. Akan tetapi ia pun tak mau menjadikan Pulung Gantung sebagai penanda akan terjadinya aksi gantung diri.

Baca juga  Ide Desain Dapur Minimalis, Nomor 5 Simple Tapi Modern

Secara psikologisnya, jika seseorang akan melakukan bunuh diri tanda-tandanya akan nampak seperti terlihat murung, tidak bisa tidur dalam beberapa malam terakhir ataupun gelisah. Dalam kondisi seperti itu sebaiknya masyarakat, teman ataupun keluarganya berupaya melakukan pendekatan dengan mengajaknya komunikasi. Mungkin saja masalah yang ada dirinya bisa menemukan solusi sehingga terhindar dari keputus asaan.**

(Visited 15 times, 1 visits today)