Fri. Dec 4th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Akhirnya Istana Buka Suara Soal Rekayasa Penyerangan Novel Baswedan, Tak Diduga Bilang Ini

2 min read
Rekayasa Penyerangan Novel Baswedan

Rekayasa Penyerangan Novel Baswedan

Sharing is Caring

Akhir-akhir ini santer berita yang berhembus cukup kencang perihal penyerangan atau penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Selama ini kita ketahui bahwa Novel merupakan korban dalam aksi penyerangan yang sangat tak terpuji tersebut.

Namun lambat laun ada beberapa orang yang menduga bahwa penyiraman tersebut adalah rekayasa Novel Baswedan sendiri. Banyak kejanggalan yang dirasakan, salah satunya yang paling kuat adalah kulit wajah Novel yang tidak rusak sedikit pun.

Banyak yang heran kenapa justru mata Novel yang rusak, bahkan kelopak matanya saja tidak kena air keras tersebut. Hal ini membuat banyak pihak menduga bahwa ini bagian dari rekayasa Novel yang seolah-olah agar ia terlihat terdzalimi.

Baca juga  Raja Properti Ciputra Meninggal Dunia di Singapura, Sakit Apa dan Siapa Penerusnya?

Bahkan karena sangat yakin penyiraman ini rekayasa, sampai membuat Dewi Tanjung, selaku Politikus PDI melaporkan Novel ke polisi. Laporan itu sendiri tercatat dengan Nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit.

Perihal tudingan rekayasa tersebut, akhirnya Istana buka suara. Ya, namun sayang, Fadjroel Rachman selaku Juru Bicara Presiden malah menyebut apa yang terjadi seputar tudingan rekayasa tersebut bukan tugas pihak Kepresidenan untuk menjawab.

“Mungkin bukan tugas kepresidenan kali ya menjawab itu,” kata Fadjroel di Istana Kepresidenan, seperti yang dilansir dari Kompas.com (7/11/2019).

Namun yang pasti, Fadjroel menyebut bahwa Presiden sudah memerintahkan kepada kepolisian untuk menuntaskan kasus penyerangan Novel tersebut. Bahkan Presiden Jokowi diketahui sudah memberi tenggat waktu bagi Polri hingga awal Desember 2019 untuk mengungkap kasus yang alot ini.

Baca juga  Koalisi Masyarakat Sipil: Publik Menuntut Transparansi Pemerintah Soal Corona

“Kalau komitmen pemerintah kan jelas, kalau tindakan yang melanggar hukum pasti akan mendapat sanksinya. Karena kami tegas, segala yang hukum positif akan kita tegakkan setegak-tegaknya,” pungkasnya.

(Visited 147 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.