Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Miris! Oknum Perumus Undang-undang Hukum Cambuk di Aceh Terjerat Hukum yang Dibuatnya

1 min read
Hukum Cambuk di Aceh

Hukum Cambuk di Aceh

Sharing is Caring

Provinsi Nangroe Aceh Darussalam mempunyai hukum khusus yang berbeda dengan daerah-daerah lainnya. Salah satunya mengenai hukum pacaran dan berzina. Mereka yang terbukti melakukan hal tersebut akan terkena hukum rajam atau cambuk.

Perumusan hukum ini dilakukan oleh para tokoh agama di Aceh, salah satunya Mukhlis bin Muhammad (46). Sayangnya, Mukhlis justru melanggar aturan zina sehingga harus menerima hukuman yang ikut dirumuskannya.

Aziz merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Besar. Kasusnya sendiri terjadi pada bulan September. Mukhlis ditangkap oleh petugas Wilyatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh, karena berduaan di dalam mobil bersama wanita berinisial N di kawasan Pantai Ulee Lheu.

Baca juga  Kenapa Idol Kpop Selalu Pakai Masker di Luar Pekerjaan? Ternyata ini Alasannya!

Akibat perbuatannya, Mukhlis mendapat hukuman cambuk sebanyak 28 kali sedangkan pasangan selingkuhnya, N mendapat 23 kali cambukan.

Ini tentu menjadi pelajaran bagi semua masyrakat. Sementara Wakil Bupati Aceh Besar Tgk Waled Husaini A Wahab mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum.

Eksekusi terhadap Mukhlis dilakukan pada 31 Oktober 2019. Hukuman dilaksanakan di Taman Sari, Kota Banda Aceh di hadapan khalayak umum untuk menjadi pelajaran bagi semuanya.

(Visited 18 times, 1 visits today)