Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Ingin Tau Tentang Keseharian Abu Rara Penusuk Wiranto ? Ini Dia Kata Tetangganya

2 min read
Abu Rara

Abu Rara

Sharing is Caring

Nama Abu Rara terus viral menjadi perbincangan. Begitu juga istrinya yang bernama Fitria. Keduanya adalah pelaku terorisme hingga berhasil menusuk Menkopolhukam Wiranto dan Kapolsek Menes, Pandeglang, Banten pada hari Kamis (10/10).

Siapakah Abu Rara , pria super nekat yang berani menusuk Wiranto di ruang publik itu ? Dan bagaimanakah kesehariannya ?

Ternyata Ia adalah pendatang. Ia dan istrinya datang mengontrak di daerah Menes, Pandeglang sejak 8 bulan terakhir. Polisi mengatakan, keduanya adalah anggota jaringan teroris kelompok JAD yang sangat berbahaya.

Dalam kesehariannya, tetangga sekitar mengenalnya sebagai sosok yang sangat tertutup, bahkan tak pernah melihatnya sholat Jumat di masjid di tempat mereka tinggal.

Baca juga  Heboh! Wiranto Ditusuk Orang Tidak Dikenal, Begini Kondisinya Kini !

Ya, salah satu ciri-ciri orang yang masuk jajaran kelompok radikal memang tertutup sekali dengan masyarakat sekitar. Bisa jadi karna menyembunyikan sesuatu agar tak diketahui publik.

Sebagaimana detik.com menuliskan, pemilik kontrakan, Yusep Sugiharto, menerangkan, Abu Rara dibawa oleh Samsudin yang sudah mengontrak selama 1,5 tahun. Syahrial alias Abu Rara datang membawa istri dan dua anaknya.

Yusep juga mendapatkan informasi dari pihak RT mengenai perceraian Abu Rara dengan istri pertama. Satu anaknya dibawa istri pertama yang cerai, satu anak lainnya tetap bersama Abu Rara.

“Cerai kata Pak RT. Anak kecilnya dibawa ke Medan sama istrinya. Terus nikah sama yang keduanya,” kata Yusep saat ditemui di kediamannya di Kampung Sawah, Menes, Pandeglang, Kamis (10/10/2019) dikutip detik.com

Namun Yusep mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan Syahrial. Warga, menurut Yusep, mengenal Abu Rara sebagai sosok yang tertutup.

Baca juga  Muhammadiyah: Pasca Pemilu, Elite Politik Sibuk Rebutan Jabatan

Tertutupnya Abu Rara juga diungkapkan tetangga kontrakan pelaku bernama Eka. “Selama di sini nggak pernah lihat Jumatan, memang orangnya benar-benar tertutup,” kata Eka. **

(Visited 13 times, 1 visits today)