Fri. Nov 27th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Sebaiknya Kita Tahu, Inilah 3 Tarif yang Akan Naik pada Awal Periode 2 Pemerintahan Jokowi

2 min read
Tarif yang Akan Naik

Tarif yang Akan Naik

Sharing is Caring

Tanggal 20 Oktober 2019 mendatang Indonesia akan melantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk secara resmi mulai menjalankan pemerintahan selama periode 2019-2024.

Tentu saja banyak harapan yang diembankan oleh masyarakat Indonesia kepada Jokowi dan Ma’ruf Amin tersebut.

Namun selain harapan positif, tentunya ada kenyataan yang bisa saja terasa pahit yang harus diterima masyarakat di awal-awal pemerintahan Jokowi periode 2 tersebut.

Seperti yang dilansir detikcom (5/10/2019), sejumlah tarif bakal naik mulai tahun depan. Mulai dari cukai dan harga rokok, BPJS Kesehatan hingga tarif listrik 900 VA golongan rumah tangga mampu. 

Rencananya untuk tarif listrik, pemerintah akan menghapus subsidi untuk golongan 900 VA rumah tangga mampu. Otomatis dengan dihapusnya subsidi tersebut maka tarif listrik akan mengalami kenaikan. 

Baca juga  Ramai Polemik Kartu Prakerja, Sosiolog: Masyarakat Makin Sulit Dapat Kerja

CNBC Indonesia melansir Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Abumanan telah mengungkapkan pencabutan subsidi dilakukan agar lebih tepat sasaran. 

“PLN diminta tepat sasaran, jangan duplikasi. Selama ini susah karena yang disubsidi adalah 900 dan 450 VA. Pada 2016 diputuskan 900VA dicabut kecuali untuk keluarga miskin,” katanya seperti yang dikutip detikcom (5/10/2019).

Total diperkirakan akan ada sekitar 27 juta pelanggan yang dicabut subsidi listriknya pada 2020 tahun depan.

“Kelompok yang tadinya disubsidi jadi tidak subsidi. Tapi belum tentu kenaikan tarif, karena tergantung dolar, ICP, dan inflasi. Masuk tarif penyesuaian 3 bulanan saja.” kata Djoko seperti yang dikutip detikcom (5/10/2019).

Setelah listrik, yang selanjutnya naik adalah cukai rokok.

Baca juga  Pelajar Bunuh Begal Didakwa Seumur Hidup, Begini Respon Menohok dari Hotman Paris!

Seperti yang dilansir detikcom (5/10/2019), kenaikan harga rokok ini terpengaruh dengan kenaikan cukai rokok yang sudah diteken oleh Presiden Jokowi. Yaitu kenaikan cukai sebesar 23% dan berlaku pada 2020 mendatang. Detikcom (5/10/2019) memaparkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan cukai ini kisaran 23% dan 35% dari harga jual. Nantinya ada Peraturan Menteri Keuangan yang akan mengatur kenaikan tersebut. 

Kenaikan tarif yang ketiga atau terakhir yaitu iuran BPJS Kesehatan yang juga akan naik pada 1 Januari 2020 mendatang.

Kenaikan iuran ini terjadi untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Rp 23.000 menjadi Rp 42.000 per jiwa. 

Sedangkan untuk peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta Mandiri kategori kelas 3 menjadi Rp 42.000 dari sebelumnya Rp 25.500 per jiwa. Kelas 2 menjadi Rp 110.000 dari sebelumnya Rp 51.000 per jiwa dan kelas 1 naik menjadi Rp 160.000 per jiwa dari sebelumnya Rp 80.000 per jiwa.

Baca juga  Dikritik Gunduli Monas, Pemprov DKI Kembali Tanam 300 Pohon
(Visited 15 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.