Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Bapak Reformasi Seharusnya BJ Habibie, Bukan Amien Rais, Ini Alasannya

1 min read
presiden BJ Habibie

presiden BJ Habibie

Sharing is Caring

Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie menjadi salah satu anak bangsa yang terdepan dalam teknologi. Bertahun-tahun mengecap pendidikan di Jerman soal teknik pesawat terbang, Habibie punya mimpi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

Demi kepentingan tersebut, Habibie rela kembali ke tanah air meskipun sudah punya karir yang cukup mentereng di luar negeri. Di masa pemerintahan Soeharto, Habibie menjadi Menristek hingga menginisiasi pendirian industri pesawat terbang di Indonesia.

Pasca pilpres 1997, BJ Habibie yang disebut sebagai anak emas Soeharto mendapat kesempatan menjadi wakil presiden Indonesia mendampingi Soeharto. Tak lama kemudian, gelombang reformasi bergulir hingga Soeharto jatuh.

Sebagai wakil, Habibie harus maju sebagai orang nomer satu di Indonesia dengan beban negara yang begitu kacau balau. Tugas utamanya tentu harus memulihkan kondisi negara.

Baca juga  Ini Pekerjaan Thareq Kemal Habibie Yang Menjadi Sorotan

Saat reformasi bergulir, sejumlah tokoh muncul. Salah satunya Amien Rais yang kemudian disebut sebagai bapak reformasi. Namun pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menyebut Habibie seharusnya yang lebih pantas mendapat julukan Bapak Reformasi.

Habibie berperan dalam memulihkan kondisi bangsa, menstabilkan ekonomi, menghancurkan monopoli, dan meletakkandasar-dasar demokrasi. Hal inilah yang membuatnya pantas disebut bapak reformasi.

“Banyak jasanya untuk membawa Indonesia menuju negara demokrasi seperti membuka keran kebebasan pers, membuka pintu munculnya banyak partai politik, menyiapkan regulasi pemilu demokratis pertama pascaorba,” tukas Lucius Karus seperti dilansir dari tagar.id (12/9/2019).

(Visited 141 times, 1 visits today)