Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Kisah Saat Aidit Keluar dari Persembunyiannya Usai Digertak Mau Dibakar

2 min read
aidit ketua pki

aidit ketua pki

Sharing is Caring

Di Kota Solo, pelarian Ketua Umum Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit berakhir. Pasca gerakan 30 September gagal dijalankan Letkol Untung Syamsuri Dkk, Aidit panik lalu kabur dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Dakota ke Jawa Tengah.

Sempat berpindah tempat sembunyi, akhirnya Aidit memilih Kota Solo sebagai tempat ngumpet dari kejaran tentara angkatan darat. Tapi seperti ungkapan sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga, begitu juga Aidit. Seperti dikutip dari Sindonews.com, pada malam hari, 22 November 1965, sekelompok tentara menyatroni rumah Kasim, seorang kader PKI yang dipakai Aidit untuk bersembunyi.

Sekelompok tentara itu adalah pasukan pimpinan Kolonel Jasir Hadibroto yang memang ditugaskan Pangkostrad Mayjen Soeharto dikirim ke Jawa Tengah untuk membantu pasukan RPKAD yang dipimpin Sarwo Edhie Wibowo membersihkan dan mengejar para pentolan PKI.

Baca juga  Aura Kasih Hamil, Doyan Makan Beras Mentah Semangkuk!

Begitu masuk ke rumah Kasim, sekelompok tentara itu langsung menggeledah ruangan demi ruangan yang ada dalam rumah. Tapi setelah digeledah yang dicari tak juga ditemukan. Para tentara itu sempat berpikir Aidit yang diburu telah kabur ke tempat lain. Mereka pun sempat akan pergi.

Namun pihak intelijen yang memang telah membuntuti Aidit dari beberapa hari yakin Aidit masih ada di dalam rumah. Sebagian tentara lalu ditugaskan untuk tetap menjaga rumah. Sebagian lainnya membawa Kasim si pemilik rumah ke markas untuk diinterogasi. Di markas tentara, baru Kasim buka mulut, menunjukan dimana Aidit sembunyi.

Tak mau buruannya lepas, para tentara segera balik lagi ke rumah Kasim. Dengan todongan senjata, Kasim menggeser sebuah lemari yang ada dalam satu ruangan. Setelah digeser, di balik lemari itu satu pintu rahasia. Pimpinan tentara saat itu, Letnan Ming Priyatno yakin Aidit sembunyi di balik pintu itu. Ia pun menodongkan senjata sambil berteriak, meminta Aidit keluar dari persembunyiannya..

Baca juga  5 Lagu Misterius dari Dunia Kuno

“Keluar dari tempat persembunyian! Atau rumah ini saya bakar,” kata Letnan Ming Prayitno, seperti ditulis dalam. buku Bakri AG Tianlean,” Bung Karno Antara Mitos dan Realita, Dana Revolusi, ” yang dikutip Sindonews.com.

Digertak seperti itu, Aidit pun terpaksa keluar. Ia membuka pintu. Tapi setelah buka pintu, Aidit yang balik menggertak Letnan Ming Prayitno.

“Saya Menteri Koordinator (Menko), utusan Paduka yang Mulia Presiden Soekarno. Saudara mau apa?”

Digertak Aidit seperti itu Letnan Ming Prayitno sempat ciut. Ia menjawab pelan, dirinya hanya menjalankan tugas untuk menangkap. Setelah itu Aidit dibawa ke markas Brigif V di Loji Gandrung untuk dihadapkan pada Kolonel Jasir Hadibroto.

Baru setelah berhadapan dengan Kolonel Jasir Hadibroto, segala gertakan Aidit tak mempan. Sejarah pun mencatat, Aidit akhirnya dieksekusi pasukan Kolonel Jasir Hadibroto di sebuah sumur di Boyolali, setelah sempat di bawa ke markas kesatuan Kostrad yang ada di sana. Nyawa Aidit pun berakhir di hadapan regu tembak. Mayat Aidit menurut pengakuan Jasir di timbun dalam sumur untuk kemudian di bakar dengan ranting-ranting kayu demi menghilangkan jejak.

Baca juga  5 Anime dengan Rating Tertinggi Sepanjang Masa
(Visited 14 times, 1 visits today)