Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Peta Abad Ke-16 Ungkap Keanehan Di Antartika

1 min read
Antartika

Antartika

Sharing is Caring

Ancient Origins.net (9/9/2019) – Pada tanggal 9 Oktober 1929, seorang teolog Jerman bernama Gustav Adolf Deissmann membuat katalog barang-barang di perpustakaan Istana Topkapi di Istanbul, ketika kemudian menemukan sebuah perkamen aneh yang terletak di antara beberapa bahan yang diabaikan. Di perkamen kulit rusa itu ada peta, yang sekarang disebut sebagai peta Piri Reis.

Peta tersebut digambar dan ditandatangani oleh kartografer Turki Hagji Ahmed Muhiddin Piri, alias Piri Reis, dan bertanggal 1513 Masehi. Reis adalah seorang laksamana di angkatan laut Turki, seorang pelaut berpengalaman, dan seorang kartografer, yang mengklaim telah menggunakan 20 peta sumber dan bagan untuk membangun peta, termasuk 8 peta Ptolemeus, 4 peta Portugis, peta Arab, dan peta oleh Christopher Columbus.

Baca juga  8 Hal Yang Janggal Tentang Saudi Arabia Dari Kacamata Orang Barat

Sejak ditemukan, peta Piri Reis membangkitkan intrik dan kontroversi, sebagian besar karena kehadiran apa yang tampaknya merupakan representasi Antartika 300 tahun sebelum ditemukan.

Sisi lain yang lebih menarik dari penampilan Antartika adalah ia menunjukkan massa daratan sebelum tertutup es, lebih dari 6000 tahun yang lalu.

Perdebatan hebat dipicu oleh Profesor Charles Hapgood ketika menerbitkan teorinya tentang peta Piri Reis dalam bukunya Maps of the Sea Sea Kings pada tahun 1965. Ia dan tim mahasiswa di University of New Hampshire mempelajari peta dan menemukan banyak anomali , seperti penggunaan proyeksi mercatorial dan dimasukkannya Antartika pra-es.

(Visited 12 times, 1 visits today)