Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Mengenal Lebih Dekat Hanjeli, Cinderamata Yang Juga Bisa Dimakan Dengan Nilai Gizi Tinggi

2 min read
Hanjeli

Hanjeli

Sharing is Caring

Area persawahan diubah menjadi pemukiman atau berbagai bangunan lainnya. Jumlah sawah yang semakin berkurang membuat banyak orang mulai merasa khawatir berkurangnya suplai padi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Berbagai makanan pokok pengganti pun mulai diperkenalkan diantaranya umbi, singkong, jagung, sagu, hanjeli dan banyak lagi.

Nama hanjeli bagi sebagian orang terdengar sangat asing. Tanaman Hanjeli (Sunda) ini dikenal juga sebagai Jali-jali di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman ini memiliki nama latin Coix lacyma–jobi L, berasal dari asia timur dan malaya. Termasuk dalam tanaman biji bijian. Tanaman ini sudah termasuk tanaman langka. Tercatat hanya beberapa daerah di Jawa Barat yang masih memiliki tanaman ini diantaranya yaitu Punclut Kabupaten Bandung, Cipongkor, Gunung Halu, Kiarapayung, Rancakalong, Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Sukabumi, Garut, Ciamis dan Indramayu. Juga terdapat di beberapa wilayah seperti Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.

Baca juga  Ide Sajian Kue Tradisional Dengan Kemasan Cantik, Nomor 5 Paling Unik

Tanaman ini biasa diolah sebagai bubur dan tape. Cara pengolahan nya mirip seperti beras. Kulit dan bagian dalam bijinya dipisahkan lalu dibersihkan. Menurut orang-orang yang pernah mencicipinya, tape hanjeli memiliki rasa, aroma dan tekstur yang sangat khas sehingga membuat siapapun jadi menyukai nya.

Selain dikonsumsi, hanjeli juga biasa dipakai sebagai bahan aksesoris seperti kalung dan gelang karena kulitnya yang mengkilap dan keras. Tanaman ini termasuk tahan hama, hanya bisa dipanen 6 bulan sekali. Menurut penelitian 100 gram Hanjeli mengandung karbohidrat (76,4%), protein (14,1%), serta lemak nabati (7,9%), dan kalsium (54 mg).

Sayangnya tidak banyak orang yang tahu manfaat tanaman ini sehingga belum membudidayakan nya secara maksimal.

Baca juga  Makanan Ini Sering Dikira Sehat Padahal Berbahaya, No 2 Sering Kamu Makan
(Visited 7 times, 1 visits today)