Fri. Oct 30th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Cerita Saat Jenderal Nasution Didorong Kasar Pengawal Presiden Soeharto

2 min read
jenderal nasution dan soeharto

jenderal nasution dan soeharto

Sharing is Caring

Banyak cerita menarik tentang Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, salah satu dari tiga jenderal besar yang dimiliki Indonesia. Salah satunya, adalah kisah yang dituturkan Salim Said dalam bukunya,” Dari Gestapu Ke Reformasi Serangkaian Kesaksian,” yang terbit tahun 2013. 

Menurut Salim, ada sebuah peristiwa tak elok saat Jenderal TB Simatupang, mantan Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) meninggal. Ketika itu salah satu tokoh yang melayat adalah Jenderal (Purn) Abdul Haris Nasution. Jenderal Nasution dan Jenderal TB Simatupang sendiri dikenal dekat. Keduanya adalah sahabat dekat. Teman satu perjuangkan saat melawan Belanda dan membesarkan TNI. 

Saat Nasution melayat itulah terjadi tindakan yang tak elok yang ditunjukan pada sang jenderal besar tersebut. Jenderal Nasution yang akrab dipanggil Pak Nas itu didorong kasar oleh pengawal Presiden Soeharto keluar dari ruangan jenazah. Nasution didorong kasar pengawal presiden, karena Soeharto akan segera tiba untuk melayat. Saat itu, hubungan Soeharto dan Nasution memang sedang memburuk. Nasution dianggap Soeharto sebagai lawan politiknya yang kerap mengkritik kekuasaannya. 

Baca juga  Kocak! Inilah 4 Bukti Kalau Barang Milik Istri Cenderung Lebih Mahal daripada milik Suami

Padahal keduanya pernah begitu dekat pasca peristiwa G30S/PKI. Dan, Nasution pula yang ‘menaikan’ Soeharto ke kursi Presiden menggantikan Soekarno. Lewat posisinya sebagai Ketua MPRS, Nasution memberi jalan mulus bagi Soeharto menjadi orang nomor satu di Indonesia. Tapi memang kemudian, setelah sekian lama Soeharto berkuasa, Nasution bersimpangan jalan. Nasution menjadi tokoh pengkritik Soeharto. 

Soeharto kemudian bersikap keras pada Nasution. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu dipersulit. Dikucilkan. Bahkan dicekal untuk bepergian keluar Negeri. Begitulah politik, dari tadinya kawan, dalam sekejap bisa menjadi lawan. Dalam politik, menggebuk kawan yang sudah dianggap lawan adalah hal biasa. Itu pula yang dilakukan Soeharto pada Nasution. 

Baca juga  3 Pelajaran dari Keluarga BJ Habibie dan Ainun yang Luar Biasa Menginspirasi
(Visited 224 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.