Tue. Feb 25th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Tiga Tahun Jalani Proses Pengadilan, Ini Pembelaan Saddam Hussein Yang Heroik!

2 min read
Pembelaan Saddam Hussein

Pembelaan Saddam Hussein

Sharing is Caring

Sejak 1979, Saddam Hussein mengambil alih kekuasaan di Irak. Sejak itu, harga diri bangsa Irak mulai meningkat. Kesejahteraan rakyatnya membaik dari waktu ke waktu, karena Saddam secara bertahap mengambil alih pengelolaan sumber daya alam dari perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Irak.

Dukungan Amerika Serikat ke Pemerintah Irak di bawah Saddam Hussein perlahan melemah. Irak memalingkan kiblat persenjataannya dari negeri Paman Sam ke Uni Soviet. Sayangnya, cadangan minyak Irak semakin berkurang, dan harga minyak dunia cenderung menurun. Perekonomian Irak memasuki masa-masa suram.

Untuk menutupi defisit ekonominya, Irak pernah mengambil langkah nekat, yaitu menganeksasi negara tetangganya, Kuwait. Walau sempat menguasai negeri kaya minyak itu, akhirnya Amerika Serikat berhasil mengembalikan kedaulatan negeri itu. Perekonomian Irak semakin morat-marit. Walau begitu, Saddam Hussein tetap menjadi musuh besar Amerika Serikat.

Baca juga  4 Konspirasi Besar yang Tersembunyi Di Negara Amerika

Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal senjata pemusnah massal di Irak, memberikan legitimasi kepada tentara koalisi di bawah pimpinan Amerika Serikat untuk menyerang Irak. Hanya dalam beberapa hari, Baghdad bisa dikuasai tentara koalisi. Presiden Irak Saddam Hussein terpaksa meninggalkan istana.

Bulan Desember 2003, Saddam tertangkap hidup-hidup di desa Dwar, Tikrit. Dia diadili dengan tuduhan kejahatan kemanusiaan atas warga Kurdi dan penganut Syiah. Sepanjang 3 tahun dia menjalani proses persidangan, yang berakhir pada vonis hukuman mati atas diri mantan Presiden Irak itu.

Dalam pembelaannya, Saddam memertanyakan soal keberadaan senjata pemusnah massal yang menjadi alasan pasukan koalisi menyerang Irak. Dia menyatakan bahwa isu itu hanya menjadi pintu masuk bagi negeri Paman Sam itu untuk mengendalikan politik dalam negeri Irak, dan sumber daya yang dimiliki negeri itu.

Baca juga  Teori Konspirasi Paling Gila yang ada di Internet

Kepada rakyatnya Saddam berpesan untuk menjaga kehormatan bangsanya di hadapan musuh-musuh Irak. ‘Aku adalah presiden Irak. Aku lahir di Irak, dan akan mati di sini,’ ucapnya lantang. ‘Pertahankan negeri ini dengan perlawanan bersenjata, jangan berikan informasi atau bantuan apapun kepada para agresor dan kaki tangan mereka,’ lanjutnya.

‘Aku sama sekali tidak mengerti mengapa pengadilan ini digelar untukku,’ ujar Saddam lagi. ‘Bush lah penjahat yang sebenarnya!’ tegasnya.

(Visited 31 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.