Fri. Aug 14th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Cara-Cara Gila Ini Dipakai Untuk Membuktikan Bumi Datar

3 min read
Sharing is Caring

Bumi itu bulat seperti bola. Itulah selama ini pelajaran yang sering kita dapat di SD hingga SMA. Kita tak perlu tahu bagaimana cara membuktikan bumi bulat, apakah dengan membuat roket lalu ikut terbang ke atas langit?

Pada jaman kuno, Bumi dianggap berbentuk bulat dan pusat semesta, setidaknya pendapat ini dijaga oleh Gereja saat itu. Lalu pada 22 Juni 1632, Galileo Galilei dihukum karena menyampaikan pendapat jika Bumi tidak datar dan berbentuk bulat, serta mengelilingi matahari (heliosentris).

Setelah 3 abad kemudian, pada 1992 pemimpin gereja Katolik menyatakan hukumannya salah, lalu pada 2008 memulihkan nama Galileo sebagai ilmuwan bukan pemberontak.

Sejak 2004 tiba-tiba muncul kembali kelompok yang meragukan jika Bumi berbentuk bulat, dan membentuk gerakan Flat Earth society. Mereka mengembalikan kepercayaan bahwa Bumi ini adalah datar dan mataharilah yang mengelilingi Bumi.

NASA dianggap bohong besar tentang pendaratan Neil Amstrong di Bulan, semua dianggap rekayasa, termasuk citra Bumi dari luar angkasa yang dianggap rekayasa komputer (CGI = Computer Generated Imaginary).

Baca juga  5 Hal Tak Mungkin yang Berhasil Diciptakan Sains

Hingga tahun 2016, isu ini menyeruak dan didominasi oleh anak-anak muda, termasuk di Indonesia. Mereka menolak Bumi bulat, bahkan banyak channel Youtube yang menunjukkan bukti dan eksperimen jika bumi ini benar-benar datar (menurut mereka)

Simple Horizon Test

Mereka berpendapat, cakrawala (horizon) selalu tampak datar 360° ke pengamat, terlepas dari seberapa tinggi kita naik (pesawat). Setiap kelengkungan yang terlihat oleh kita adalah view dari jendela pesawat (melengkung) atau kamera Go Pro dan lensa mata ikan.

Kenyataannya adalah bahwa cakrawala tidak pernah melengkung karena kita berada di pesawat tanpa akhir.

Pada bola dunia dengan keliling 25.000 mil seharusnya kamu akan melihat benda-benda yang hilang secara nyata semakin jauh mereka karena mereka akan menjauh darimu dan jatuh di bawah cakrawala yang terus-menerus melengkung!

Tapi ternyata horison benar-benar datar dari atmosfer. Itu adalah klaim mereka

Laser Test

Mereka melakukan hal yang sama dengannya, jika kita menyebut mereka bodoh maka kita secara otomatis juga menyebut Stephen Hawking bodoh.

Baca juga  Kisah Lain Dibalik Kehidupan Raja Salomo

Mereka mengklaim sebagai orang-orang yang menguji secara nyata apa yang disebutkan Stephen Hawking. Mereka ingin menunjukkan kalau mereka juga punya dasar, bukan asal meyakini jika Bumi datar.

Orisinil

Dilakukan 4 pengukuran untuk membuktikan jika lengkungan bumi itu ada, pada 15-16 Agustus 2016, dengan jarak ukur 6 km, dengan tinggi sinar laser 125 cm dari permukaan air, durasi pengukuran sekitar 13-14 jam. Laser diarahkan ke perahu speedboat yang bergerak perlahan menjauhi titik asal laser.

Jika dihitung melalui rumus, atau Earth Curvature Calculator, setiap 10 mil (16 km) terjadi kelengkungan bumi 0,01263 mil atau setara dengan 20,39 meter.

Pengukuran sinar laser ini gagal membuktikan ada curvature atau lengkungan itu.

Baca juga  5 Misteri yang sulit dipecahkan oleh Ilmuwan Sains

Meluncurkan Diri Bersama Roket

Pada November 2016 seorang flat-earther, Mad Mike Hughes berencana meluncurkan roket bertenaga uap untuk meluncur di ketinggian 1800 kaki (550 meter) dari atas gurun Mojave.

Rencananya adalah sama untuk membuktikan adanya kelengkungan cakrawala Bumi, yang banyak diragukan dan hanya ada dalam teori. Sebenarnya untuk melihat kelengkungan horison, diperlukan minimal ketinggian 35.000 kaki atau sekitar 10.500 meter. Jadi tidak jelas kenapa dia ingin meluncur bersama roket.

Ternyata itu belum cukup membuktikan.

Jadi apakah sudah ketemu buktinya kalau bumi datar?

(Visited 34 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.