Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Isu Sara Dan Sumbu Pendek Masyarakat Papua. Abdul Somad Gegabah Di Bumi Nusantara

3 min read
Isu Sara Dan Sumbu Pendek

Isu Sara Dan Sumbu Pendek

Sharing is Caring

Bersamaan dengan peringatan HUT RI 17 Agustus 2019 terdapat dua peristiwa berbeda namun berujung pada satu titik, yakni menyulut sentimen isu SARA. Dua peristiwa itu adalah munculnya video ustaz Abdul Somad yang dianggap melecehkan simbol agama umat Kristiani (Salib) dan aksi unjuk rasa yang melecehkan mahasiswa Papua di Surabaya.

Akibat yang terjadi umat kristiani tersinggung atas video Abdul Somad. Hal itu berujung pada dilaporkannya ustaz itu ke Polda NTT dan bahkan juga ke Mabes Polri.

Di sisi lain, unjuk rasa di komplek asrama mahasiswa Papua yang dimotori oleh seorang wanita bernama Susi, juga menimbulkan kemarahan besar warga masyarakat Papua. Warga Papua tak terima para mahasiswanya dikatakan monyet. Kerusuhan pun pecah di sejumlah titik di Papua akibat aksi unjuk rasa di Surabaya itu.

Peristiwa viralnya video Abdul Somad dan aksi unjuk rasa memiliki korelasi kuat. Selain muncul pada waktu yang bersamaan juga berujung pada isu yang sama, yakni SARA.

Baca juga  Setelah Lambang Salib, Kini UAS Sebut Drama Korea Itu Kafir Dan Tak Pantas Untuk Ditonton

Dan isu SARA itu kemudian berkembang liar dan bebas tak terkendali masuk ke ruang ruang publik tak ada yang bisa membendungnya. Beruntung ,pemerintah melalui Kominfo kemudian memblokir layanan internet di Papua untuk menekan situasi semakin memburuk.

Untung saja, massa Kristiani di Tanah Air secara umum tak mau menanggapinya dengan emosional. Mereka cukup melaporkannya ke polisi dan itulah hal yang benar. Namun masyarakat Papua nampaknya terlanjur tak mampu menahan diri atas pelecehan sekelompok massa di Surabaya kepada para mahasiswanya.

Pertanyaannya ,percayakah anda bahwa antara fenomena video Abdul Somad dengan aksi di Surabaya itu adalah dua hal yang tak ada hubungannya ? Dengan momentum yang sama dan dampak yang sama pula, sangat layak dicurigai ada dalang , ada provokator yang telah merencanakan dua peristiwa SARA itu.

Jika terjadi di waktu yang berbeda, mungkin beralasan jika itu adalah peristiwa berbeda tanpa ada korelasi sama sekali. Namun ini dilakuan pada waktu yang sama dengan satu target, kemarahan massa atas isu SARA, Maka polisi wajib mengusut dua peristiwa itu sampai detail plus kemungkinan korelasinya.

Baca juga  Gerindra: Pemindahan Ibu Kota Telan Biaya Rp 446 T, Jokowi Sangat Mungkin Utang Ke China!

Kesimpulannya, masih banyak diantara kita yang ternyata tak suka dengan keutuhan bangsa dan negara. Ada banyak orang yang ternyata ingin negara ini pecah dengan menyulut isu SARA sebagai bara apinya.

Siapakah mereka ? Adalah tugas aparat kemanan kita untuk menangkap dalang dan otak dari kelompok tersebut. Tak ada orang yang boleh dibiarkan lolos dalam hal provokasi isu isu SARA karna dampaknya sangat mengerikan di negara yang banyak terdapat perbedaan ini.

Ada baiknya seluruh warga masyarakat untuk tidak mudah terpancing atas provokasi isu SARA yang sedang dimainkan oleh kelompok tertentu. Jauh hari seblum Pilpres sejumlah kelompok selalu menggunakan isu agama dalam kampanye politiknya. Kelompok ini juga harus menjadi perhatian serius aparat dengan deretan peristiwa yang ada.

Baca juga  Fadli Zon: Jumlah Pengguna Narkoba Era Jokowi Meningkat 2 Kali Lipat

Pemerintah harus bersikap tegas pada mereka. Jangan terlalu memberikan hati dan kesempatan terlalu luas kepada gerakan mereka. Hukuman berat kepada para pelaku RASIS adalah keharusan jika ingin Bhinneka Tunggal Ika ini kokoh dan tetap dapat tumbuh subur di bumi NKRI. Wallohu ‘alam.

Kita berharap semoga kondisi di Papua cepat pulih kembali tanpa ada kerusuhan lagi. Kabarnya Presiden Jokowi juga sudah langsung menyapa Gubernur Papua menanyakan situasi terakhir soal keamanan khususnya di Papua Barat.

Seperti yang dilansir CNN Indonesia, Kamis (22/8), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menelepon Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan untuk menanyakan serta memastikan situasi keamanan di daerah tersebut.

Gubernur Dominggus meyakinkan Presiden bahwa di sana sudah aman dan aktivitas masyarakat juga sudah mulai berjalan lancar. Menurutnya, secara umum situasi keamanan di Papua Barat saat ini cukup kondusif.

(Visited 17 times, 1 visits today)