Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Begini Komentar Mengejutkan MUI Soal UAS yang Diduga Hina Salib!

2 min read
Sharing is Caring

Setelah masalah dugaan penghinaan kepada simbol agama (salib) yang dilakukan Ustadz Abdul Somad (UAS) viral dan menjadi buah bibir di media sosial, Majelis Ulama Indonesia (MUI) lantas mengundang UAS untuk melakukan diskusi di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat.

Saat berada di kantor MUI, UAS sendiri menegaskan jika dirinya tidak akan meminta maaf. Sebab apa yang disampaikannya sudah sesuai dengan akidah agamanya, yakni Islam. Apalagi menurutnya, ceramah tersebut terjadi ditempat tertutup, maka ‘tak nyambung’ apabila dianggap untuk memecah belah bangsa.

MUI sendiri mengatakan bahwa pertemuan dengan UAS bukan untuk menghakiminya, melainkan hanya untuk upaya-upaya agar masalah ini tidak terus melebar.

Baca juga  Muhammadiyah: Pasca Pemilu, Elite Politik Sibuk Rebutan Jabatan

“Kami tidak dalam rangka menghakimi Ustaz Abdul Somad ya ketika pertemuan itu. Tapi dalam dalam rangka bagaimana supaya ini tidak melebar. Tapi memang ada satu diskusi di internal tadi itu jangan masuk ke wilayah yang sifatnya itu bisa menyinggung orang lain,” ujar Ketua MUI Masduki Baidlowi, seperti yang dilansir dari Detik.com (21/8/19).

MUI pun sedikit memberikan komentar mengenai apa yang disampaikan UAS dalam video yang viral tersebut. Menurutnya, apa yang dikatakan UAS memang sesuai dengan hadis. Namun hadis itu sendiri masuk dalam wilayah fiqhiyah. Artinya pendapat orang bisa berbeda-beda.

“Soal patung itu, misalnya, soal patung itu yang tadi sudah disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad. Itu adalah sebuah hadis. Ternyata kalau dalam kajian Islam hadis itu masuk dalam wilayah fiqhiyah atau yang bisa pendapatnya berbeda antara satu dengan yang lain,” ucapnya.

Baca juga  7 Mantan Vokalis Band yang Justru Lebih Sukses saat Bersolo Karir!

Karena alasan itu pula, MUI meminta agar UAS tidak membahas hal yang sensitif tersebut, dan menyinggung-nyinggung agama lain. Namun dalam hal ini, MUI cukup yakin bahwa UAS tidak salah karena ceramah tersebut tidak terjadi ditempat terbuka, melainkan hanya berada di komunitas orang Islam.

“Nah, persoalan seperti itu kita menginginkan Ustaz Abdul Somad untuk tidak masuk dalam wilayah seperti itu. Apalagi, misalnya, menyinggung persoalan-persoalan ke agama lain. Tapi tadi kan UAS sudah menjelaskan sama penjelasannya seperti yang dikemukakan itu. Ini adalah wilayah internal kita,” katanya.

(Visited 3 times, 1 visits today)