Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

6 Teknologi Kuno ini Melebihi Akal Sehat Manusia Modern

4 min read
Sharing is Caring

Manusia modern saat ini dikenal banyak menemukan benda dan barang canggih baik untuk memudahkan hidupnya, atau bahkan untuk melawan sebuan musuh saat berperang. Namun tahukah di dunia kuno itu, manusia juga tak kalah canggihnya.

Kita telah kehilangan rahasia dalam membuat (ulang) penemuan sejarah yang dari masa lalu, katakanlah Candi Borobudur, Pyramida Giza juga Tembok Besar China (Great Walls) dan ternyata nenek moyang kita sangat cerdik dalam menciptakannya sehingga meskipun itu sudah ribuan tahun berlalu kita masih saja kebingungan bagaimana cara mereka bisa melakukannya. Mari kita kupas teknologi unik mereka melalui padanan yang pernah manusia jaman sekarang buat.

1. Greek Fire (Api Yunani) : Senjata Kimia misterius

Kekaisaran Bizantium dari abad ke 7 sampai 12 memiliki senjata rahasia yaitu dengan melemparkan zat misterius pada musuh mereka saat bertempur di laut. Cairan ini, ditembak melalui sebuah tabung atau siphon, dibakar dalam air dan hanya bisa dipadamkan dengan cuka, pasir, dan urin (air kencing). Wow, amazing?

Manusia jaman sekarang belum bisa mengungkap seperti apa senjata kimia ini, yang disebut sebagai Api Yunani. Bizantium menjaga rahasia secara rapat, memastikan hanya segelintir orang yang tahu rahasianya, sehingga membuat pengetahuan itu akhirnya hilang sama sekali.

2. Kaca Flexibel Yang Sangat Berharga

Zat kuno yang dikenal sebagai vitrum flexile, kaca fleksibel, sempat diragukan keberadaannya. Penemuannya dikabarkan pertama kali oleh Petronius (wafat 63 A.D.).

Pada masanya Kaisar Tiberius (yang memerintah 14-37 M) pernah diberi sebuah mainan kapal terbuat dari kaca. Sang pembuat kaca meminta kaisar untuk mengembalikan kepadanya, pada saat itu dia memperagakan dengan melemparkannya ke lantai. Teryata tidak pecah; hanya penyok sedikit, dan pembuat kaca itu dengan cepat memperbaikinya sehingga mulus kembali. Semua orang mengira kaca ini terbuat dari zat ajaib.

Baca juga  Smartphone Kamu Sering Cepat Panas? Trik Ini Patut Kamu Coba

Khawatir logam mulia nilainya anjlok, Kaisar Tiberius memerintahkan memenggal kepala pembuat gelas, sehingga rahasia vitrum fkexile ikut mati bersamanya.

Beberapa ratus tahun kemudian Dio Cassius menceritakan jikalau pembuat kaca menunjukkan semacam aksi magis. Ketika kapal kaca itu dilemparkan ke lantai, kapal itu pecah dan pembuat gelas itu memperbaikinya dengan tangan kosong.

Pada 2012, perusahaan manufaktur Corning Glass yang sudah terkenal di industri kaca tahan bantingmemperkenalkan “Willow Glass” yang fleksibel. Tahan panas dan cukup fleksibel untuk digulung, ini terbukti sangat berguna untuk pembuatan panel surya.

Jika pembuat kaca Romawi yang malang itu memang benar-benar menciptakan vitrum flexile, sepertinya dia terlalu awal ribuan tahun dari zamannya. Dan gelas fleksibel ini kini banyak dipakai diseluruh teknologi ponsel seluruh dunia.

3. Antidote (Penawar) Semua Racun

Ini adalah “Penawar universal” terhadap semua racun yang telah dikembangkan oleh Raja Mithridates VI dari Pontus (yang memerintah 120-63 SM) dan disempurnakan oleh dokter pribadi Kaisar Nero. Resep aslinya hilang, ulas Adrienne Mayor, seorang folklorist dan sejarawan sains di Stanford University, dalam sebuah makalah berjudul: “Greek Fire, Poison Arrows & Scorpion Bombs: Biological and Chemical Warfare in the Ancient World.” yang diterjemahkan sebagai: Api Yunani, Panah Beracun & Bom Kalajengking: Perang Biologis dan Kimia di Dunia Kuno.” Para sejarawan kuno ternyata memberi bocoran bahwa bahan-bahan rahasia diantaranya adalah opium, ular belut cincang, dan kombinasi kecil racun dan penawarnya.

Baca juga  Browser Microsoft Chromium Edge kini tersedia di Windows 7 dan Windows 8

Zat yang berharga itu dikenal sebagai Mithridatium, diilhami nama Raja Mithridates VI. Serguei Popov, peneliti senjata Biopreparat Uni Soviet dikabarkan membelot ke AS tahun 1992, menghidupkan kembali zat Mithridatium modern.

4. Senjata Sinar Panas

Archimedes (ilmuwan Yunani) mengembangkan senjata sinar panas yang kini dikenal sebagai “Mythbusters” pada Discovery Channel pada 2004. Seseorang menggambarkan senjata itu sebagai “perisai perunggu yang dipoles dan memantulkan sinar matahari mematikan kapal musuh.”

Meskipun “Mythbusters” gagal mereproduksi senjata kuno ini dan menyatakannya sebagai mitos, mahasiswa MIT pernah berhasil membuatnya pada tahun 2005. Mereka membakar sebuah kapal di pelabuhan San Francisco menggunakan senjata berusia 2.200 tahun.

Senjata sinar panas ini juga pernah diluncurkan pada tahun 2001 oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) alias Badan Penelitian Pertahanan Lanjutan AS menggunakan gelombang mikro untuk menembus “kulit korban, memanaskannya hingga 130 derajat Fahrenheit, menciptakan sensasi bahwa seseorang terbakar,” jelas Walikota.

5. Beton (Concrete) Romawi

Struktur bangunan mahakarya Romawi yang besar bisa bertahan ribuan tahun merupakan bukti keunggulan beton Romawi dibandingkan beton yang digunakan pada masa kini.

Para peneliti telah bekerja beberapa tahun terakhir untuk mengungkap rahasia beton kuno berumur panjang ini. Dan ternyata bahan baku rahasianya adalah abu vulkanik.

Sebuah artikel dari University of California-Berkeley News Center (2013) mengumumkan bahwa para peneliti menggambarkan untuk pertama kalinya bagaimana senyawa Calsium-Aluminium-Silikat-Hidrat (C-A-S-H) yang luar biasa stabil mengikat bahan tersebut.

Baca juga  5 Laptop ini Memiliki Desain yang Unik, ada yang mirip Tas!

Proses pembuatannya akan menghasilkan emisi karbon dioksida yang lebih rendah daripada proses pembuatan beton modern. Namun, beberapa kelemahan penggunaannya adalah bahwa ia membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering, dan meskipun tahan lebih lama, ia lebih lemah daripada beton modern.

6. Baja Unik Damaskus

Pada abad pertengahan, pedang terbuat dari bahan yang dikenal baja Damaskus diproduksi di Timur Tengah dari bahan mentah, yang dikenal sebagai Wootz Metals. Itu sangat kuat. Sebelum Revolusi Industri, logam kuat mulai ditempa lagi.

Rahasia pembuatan Baja Damaskus di Timur Tengah hanya bisa diteliti di bawah pemindaian mikroskop elektron di lab modern. Logam ini pertama kali digunakan sekitar 300 SM. dan rahasia besi ini tampaknya hilang secara misterius sekitar pertengahan abad ke-18.

Produksi baja Damaskus melibatkan nanoteknologi, yang mana suatu bahan ditambahkan selama produksi baja untuk menciptakan reaksi kimia pada tingkat kuantum, jelas pakar arkeologi K. Kris Hirst. Itu semacam proses alchemist (alkemi, kimia mistis)

Logam mengembangkan struktur mikro yang disebut ‘karbida nanotube,’ tabung karbon yang sangat keras yang diekspresikan di permukaan senjata dan menciptakan kekerasan yang teramat sangat.

Bahan lain yang ditambahkan yaitu kulit Cassia auriculata, milkweed, vanadium, chromium, mangan, cobalt, nikel, dan beberapa elemen langka lainnya. Pada pertengahan abad 18 jumlah mineral langka itu makin menipis dan teknologi baja damaskus mulai hilang. Namun akhir-akhir ini teknologi baja unik ini mulai dibuat lagi.

(Visited 24 times, 1 visits today)