Sun. Oct 25th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Rekomendasi Pemprov DKI Sukses Naikkan Pendapatan Pengrajin Besek

4 min read
Pengrajin Besek

Pengrajin Besek

Sharing is Caring

Masih ingat rekomendasi Pemprov DKI terkait pelaksanaan ibadah kurban Idul Adha 1440 kemarin? Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah menghimbau kepada warga DKI Jakarta agar tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai wadah distribusi daging kurban. Dan sebagai gantinya, Anies meminta PD Pasar Jaya mencari penjual besek dari bambu untuk dijadikan supplier.

“Kita minta PD pasar jaya cari supplier besek dari berbagai wilayah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta. Dan saya undang pengrajin besek bahwa Jakarta butuh itu untuk Idul Adha,” kata Anies di Islamic Center Jakarta Utara, seperti yang dikutip merdeka dotcom (30/7/2019) lalu.

Menurut Anies, besek bambu ramah lingkungan dan mampu membantu pengrajin kecil.

“Itu secara lingkungan ramah dan manfaat, itu berikan manfaat bagi petani bambu dan pengrajin besek di berbagai wilayah di Indonesia. Justru kita menggerakkan perekonomian di level bawah,” jelas Anies.

Lebih lanjut, terkait ketersediaan besek di Jakarta, Anies menjamin Pasar Jaya akan menyediakan suppliernya. Sehingga plastik sekali pakai tidak lagi digunakan.

“Paling tidak di pasar jaya kita siapkan. Karena itulah kami undang pengrajin untuk ikut suplai. Ada satu hal yang bedakan plastik sekali pakai dengan besek. Itu bisa dipakai berkali-kali,” jelas Anies.

Terkait dengan permintaan Anies tersebut, pihak PD Pasar jaya mengaku telah menyediakan sedikitnya 20 ribu besek bambu yang akan dijual ke masyarakat.

Baca juga  Anies Baswedan Belum Mau Dideklarasikan Capres 2024, Tak Disangka! Ternyata Ini Alasannya

“Ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mengurangi sampah plastik,” ujar Dirut PD Jaya Arief Nasarudin seperti yang dikutip merdeka dotcom (31/7/2019).

Memang, meskipun sudah direkomendasikan oleh Gubernur, pilihan tetap tergantung kepada keinginan masyarakat sendiri. Pasalnya harga satu besek bambu ini dibanderol Rp 2.000, lebih mahal ketimbang harga kantong plastik yang pada umumnya dijual seharga Rp 500.

Arief menambahkan, penjualan besek bambu ini dilakukan di 112 lokasi pasar yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Yang jelas, meskipun lebih mahal, penggunaan besek bambu selain lebih praktis, juga lebih aman dibandingkan penggunaan kantong plastik yang susah terurai.

“Penggunaan kantong plastik pada makanan bisa berpotensi kepada sejumlah jenis penyakit. Selain itu, kantong plastik juga sangat sulit terurai, karena itulah di sini Pasar Jaya mengambil alternatif untuk menjual besek bambu,” papar Arief.

Ternyata himbauan yang dilontarkan Pemprov DKI bisa dikatakan berhasil.

Contohnya yang dijalankan Masjid Istiqlal Jakarta. Menurut Wakasi Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah seperti yang dikutip liputan6 dotcom (10/8/2019), hal itu sebagai anjuran dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Iya jadi kami ikut anjuran Bapak Gubernur DKI (untuk) menggunakan besek ya. Kami sudah pesan sekitar 6.000 besek dari Rajapolah, Tasikmalaya,” ungkap Abu di kantornya, Jakarta Pusat, Seperti yang dikutip liputan6 dotcom Sabtu (10/8/2019).

Baca juga  PSI: Formula E Itu Pencitraan Untuk Tutupi Darurat Polusi Di Jakarta

Antusiasme warga Jakarta mengikuti Seruan Gubernur Anies Baswedan untuk menggunakan wadah ramah lingkungan dalam pembagian daging kurban seperti besek bambu di Idul Adha tersebut juga dilakukan di masjid dan wilayah lain di ibukota.

Seperti yang dilansir wartakota dot tribunnews dotcom (11/8/2019), berbagai mesjid, sekolah, kantor, yayasan, lembaga, dan komunitas di Jakarta juga berlomba menggunakan wadah ramah lingkungan dalam kurban tahun ini.

Memang selain besek bambu, ada juga brongkos bambu, daun pisang, wadah pakai ulang atau panitia mensyaratkan penerima daging kurban untuk membawa wadah masing-masing.

“Kami apresiasi semangat warga Jakarta. Ternyata imbauan gubernur disambut sangat antusias, bahkan ada komunitas yang secara khusus menggalang gerakan untuk menyumbang besek bambu ke mesjid-mesjid,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih seperti yang dikutip tribunnews dotcom, Minggu (11/8/2019).

Apresiasi warga DKI ini mungkin juga dikarenakan adanya salah satu strategi sosialisasi seruan kurban ramah lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta denganmengadakan Eco Qurban Challenge.

Bentuk tantangan itu ditujukan kepada para panitia kurban se-Jakarta. Panitia kurban cukup mendokumentasikan dan mengunggah foto saat mempersiapkan dan mendistribusikan daging kurban menggunakan wadah ramah lingkungan melalui media sosial Instagram.

Baca juga  Dua Kebijakan Anies Baswedan Ini Banyak Menuai Kritikan

Pemenang tantangan ini diganjar hadiah berupa satu ekor kambing kurban dan akan langsung diantar ke lokasi pada hari Senin (12/8) kemarin. Karena masih di hari kurvan maka hadiah kambing tersebut dapat menjadi kurban tambahan.

Adapun salah satu lembaga yang mengikuti tantangan ini adalah lembaga filantropi anak muda, Yayasan Tunas Muda Care. Yayasan ini mengkoodinir pemotongan hewan kurban di beberapa lokasi di Ibukota dan menggunakan ribuan besek bambu untuk wadahnya.

Menurut Direktur Tunas Muda Care, Hendra, gerakan Eco Qurban yang digalang Dinas Lingkungan Hidup tersebut perlu diapresiasi karena memberikan makna lebih pada kegiatan kurban.

“Selain bernilai ibadah dan peduli sesama, Eco Qurban mengajak kami untuk peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik yang sulit terurai secara alami,” katanya.

Terbukti rekomendasi Pemprov DKI pada hari raya kurban kemarin telah berhasil meningkatkan gairah masyarakat untuk memanfaatkan wadah yang ramah lingkungan. Mungkin setelah selesainya perayaan hari raya Kurban, Pemprov bisa memberikan rekomendasi lainnya terkait kebijakan sejenis yang ramah lingkungan. Mungkin bisa berupa rekomendasi penggunaan besek.untuk kenduri, belanja sayuran di pasar, di mini-mini market atau lokasi potensial lainnya.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.