Sat. Oct 31st, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

7 Benda dan Tempat paling Jorok di Rumah Sakit dan Praktek Dokter

3 min read
Sharing is Caring

Waspadalah, bakteri dan kuman penyebab penyakit ada dimana-mana. Bahkan di rumah sakit dan tempat praktek dokter. Kebersihan tangan dan peralatan adalah hal penting untuk mencegah penyebaran penyakit.

Tapi menurut sebuah penelitian, para pekerja medis seperti dokter, perawat dan sebagainya itu rata-rata kurang rajin membersihkan tangannya.

Belum lagi ditambah pasien yang datang, membawa penyakit dan bakterinya masing-masing lalu meninggalkannya disana. Jadi resiko kena infeksi malah bertambah jika kita berkunjung ke rumah sakit atau tempat praktek dokter. Lalu harus bagaimana?

Karena itulah perhatikan benda-benda yang kemungkinan menyimpan lebih banyak bakteri dan kuman penyakit di rumah sakit dan tempat praktek dokter berikut, sebagaimana di kutip oleh webMD.com, Juli 2019.

1.Mainan di ruang tunggu dokter

Khususnya di ruang tunggu dokter spesialis anak, biasanya disediakan mainan anak untuk menghibur pasien kecil itu.

Mainan itu bisa saja menyimpan kuman-penyakit dari pasien yang menyentuh sebelumnya. Boneka-boneka hewan itu malah lebih ‘bandel’ karena biasanya lebih sulit dibersihkan. Solusinya? Bawa sendiri mainan dari rumah supaya anak-anak menjadi tenang selama menunggu giliran periksa.

Baca juga  5 Hoax tentang Kanker yang Banyak Dipercaya

2. Stetoskop dokter

Stetoskop dokter atau juru rawat bisa jadi diselimuti bakteri. Wajar saja, karena ia berpindah pemakaian terus sepanjang jam praktek dari satu pasien ke pasien lainnya.

Menurut penelitian para pekerja medis juga sangat jarang membersihkan peralatan itu setiap sehabis digunakan. Memang resiko infeksi jarang terjadi karena hanya di gunakan dipermukaan kulit saja. Tetapi resiko itu akan jadi semakin kecil jika peralatan seperti stetoskop itu di sanitasikan.

3. Bunga Dan Tanaman

Bunga dan tanaman yang dirangkai dalam pot di ruang praktek dokter atau rumah sakit memang membawa kecerahan dalam ruangan. Tapi air dan tanah yang ada didalam pot kembang itu bisa jadi pelabuhan para bakteri penyebab penyakit.

Mungkin sejauh ini efeknya kecil atau tidak ada sama sekali, tapi resiko akan berkurang jika Kamu hindari meletakkannya di meja samping tempat tidur di RS.

4. Jas Praktek dan Dasi

Jas praktek dokter atau seragam perawat yang berwarna putih memang menenangkan bagi sebagian orang. Orang senang melihat kerapihan dokter dengan dasi dan jas praktek tersebut. Tapi adakalanya Jas dan dasi itu justru jadi tempat menyuburkan kuman penyakit. Alasannya sudah jelas, jarang dibersihkan karena hanya dipakai waktu praktek saja. Di tempat praktek dokter bersama, terkadang jas dan dasi mereka juga dipakai bergantian.

Baca juga  4 Hal Sederhana Perusak Otak

5. Peralatan Ultrasound (USG)

Para peneliti yang mengamati peralatan Ultrasound (untuk USG) di RS dan tempat praktek dokter menemukan banyak bakteri di hampir semua bagian peralatan tersebut. Mulai dari gagang peralatan, kabel, keyboard komputer, gel dan botolnya. Termasuk bagian yang dilapisi plastik.

Peralatan itu kemungkinan memang tidak di disinfektan setelah digunakan dari satu pasien ke pasien lain. Bahkan bisa saja penyakit di sebarkan oleh pekerja medis yang melayani peralatan itu.

6. Ranjang dan Seprai

Sebenarnya seberapa higienis kan kamar rumah sakit itu? Menurut penelitian, pekerjaan membersihkan kamar setelah digunakan seorang pasien tidak selalu membunuh semua kuman penyakit yang ditinggalkan pada ranjang ataupun matras. Contohnya ada infeksi jamur yang setelah di teliti berasal dari seprai di kamar perawatan pasien. Tirai pemisah dan pegangan tangan pada ranjang juga jadi tempat bakteri patogen berkumpul.

Baca juga  5 Praktik Agama Paling Ekstrem yang Belum Pernah Kamu Lihat

7. Lantai, Kamar Mandi dan Toilet

Tidak bisa diragukan lagi , ketiganya adalah tempat terbanyak berkumpulnya bakteri pathogen (yang membawa penyakit) di rumah sakit dan tempat praktek dokter.

Penjagaan kebersihan dan disinfektan pada ketiganya juga biasanya menjadi prioritas utama. Tapi karena banyaknya pengunjung dan pasien dengan berbagai penyakit dan bakteri yang dibawanya, maka ada kemungkinan kebersihan tempat-tempat itu jadi seolah terabaikan.

Apa hal sederhana yang bisa dilakukan?

Selalulah berusaha menjaga kebersihan tangan jika berkunjung ke rumah sakit sebagai tamu, apalagi sebagai pasien. Bersihkan tangan sesering mungkin dengan cairan disinfektan yang biasanya disediakan di setiap dinding pintu ruangan pasien dan praktek dokter.

Selama berada di rumah sakit atau tempat dokter, hindari terlalu sering menyentuh wajahmu sendiri, karena mulut , hidung dan mata adalah tempat yang baik bagi kuman penyakit untuk bisa masuk kedalam tubuh. Dan kalau kalau bisa, mintalah perawat atau dokter untuk membersihkan tangan mereka terlebih dahulu sebelum mulai memeriksa.

(Visited 107 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.