Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Penemuan 5 Ilmuwan Tanah Air Ini Diakui Dunia

3 min read
Sharing is Caring

Ada banyak ilmuwan Indonesia memiliki prestasi cemerlang gak kalah sama ilmuwan negara lain. Bahkan, beberapa di antara mereka berhasil membuat terobosan dalam ilmu pengetahuan.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, ilmuwan artinya orang yang ahli atau banyak pengetahuannya mengenai ilmu. Pekerjaan mereka biasanya mengembangkan ilmu pengetahuan dengan penemuan ilmiah untuk memecahkan suatu masalah.

DI Indonesia, kalian bisa banyak menemukan ilmuwan-ilmuwan cerdas. Yang terkenal misalnya, Presiden RI ke-3 BJ Habibie, yang sukses membuat gebrakan di industri penerbangan dengan temuannya.

Banyak juga ilmuwan Indonesia yang berhasil menciptakan sebuah penemuan yang diakui di seluruh dunia. Kira-kira siapa saja?

1. Khoirul Anwar

Kamu sekarang mungkin gak bakal bisa merasakan internet cepat kalau Prof Khoirul Anwar tidak menciptakan dua Fast Fourier Transform (FFT).

FFT merupakan sebuah algoritma yang berhasil meningkatkan kecepatan transmisi data. Mudahnya, FFT merupakan salah satu komponen terpenting dapat penciptaan sinyal 4G.

Baca juga  Edan! Kulit Berminyak Jadi Glowing Dengan Toner ini

Berkat penemuan ilmuwan Indonesia yang lama menimba ilmu di Jepang ini kamu bisa nonton video YouTube tanpa buffering.

2. Warsisto P Taruno

Sekitar tahun 2012 lalu, Dr Warsisto berhasil menguji temuannya yaitu Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT). Alat yang berfungsi untuk menghambat laju pertumbuhan sel kanker, bahkan menghilangkannya itu telah membuat kakaknya terbebas dari kanker.

Temuannya itu kemudian menggemparkan dunia medis. Bahkan, sampai-sampai menarik perhatian kementerian kesehatan pada saat itu. Warsisto pun membuka kliniknya dan berhasil mengobati sejumlah pasien.

Sayangnya klinik tersebut terpaksa ditutup pada tahun 2015 karena tidak mendapatkan rekomendasi dair Kemenkes dan Kemenristek. Padahal, ECCT sudah diuji di beberapa negara, termasuk di rumah sakit India dan Jepang.

3. Sedijatmo

Prof Sedijatmo dulu merupakan seorang ilmuwan Indonesia sekaligus pejabat di PLN. Sekitar 1960-an, PLN hendak mendirikan sebuah menara untuk mengalirkan listrik di daerah Ancol yang berawa-rawa.

Baca juga  Ngawurnya Kebangetan, Potret Buku Anak – Anak ini Dibuat Jadi Nyeleneh!

Sedijatmo sadar tekstur tanah rawa-rawa yang lembek tidak akan mampu menahan menara. Karena itu, dia menemukan pondasi cakar ayam yang dikenal dunia saat ini.

Pondasi ini terdiri dari beton yang ditanam di bawah tanah, tapi kemudian ditambahkan pipa beton lagi di pinggir-pinggirnya menyerupai cakar ayam untuk mencengkeram tanah.

Temuan ini akhirnya diterapkan di dalam pembangunan gedung-gedung tinggi, hingga bandara di beberapa negara.

4. Tjokorda Raka Sukawati

Kalau kamu melihat proses pembangunan jalan layang, itu beberapa ada yang memungkinkan ujung tiang penyangganya bisa diputar 90 derajat. Inilah yang dinamakan teknik konstruksi Sosrobahu temuan ilmuwan Indonesia Ir. Tjokorda Raka Sukawati.

Teknologi ini diciptakannya untuk mengefisiensi pembangunan jalan layang, serta meminimalisir terjadinya gangguan arus lalu lintas di bawahnya selama proses pembangunan berlangsung.

Baca juga  Gara-gara 5 Mimpi Tidur Orang Ini, Sejarah Dunia Berubah Total

5. BJ Habibie

Presiden ke-3 RI ini merupakan seorang ilmuwan Indonesia yang paling disegani hingga saat ini. Menempuh pendidikan di Jerman, dia telah mematenkan segudang penemuannya di dunia penerbangan, salah satunya teori Crack.

Teori ini dapat menghitung titik lemah bodi pesawat bahkan sampai ke ukuran atom. Sebelum adanya temuan ini, industri pesawat justru meningkatkan bahan-bahan pembuatan pesawat dengan bahan-bahan yang berat sehingga jika terjadi kecelakaan, pesawat masih bisa bertahan.

Sayangnya, upaya tersebut justru membuat bodi pesawat lebih berat. Nah, dengan teori Crack para industri hanya cukup menambahkan bahan-bahan tersebut ke bagian-bagian yang lemah. Dengan teori ini, kecelakaan pesawat bisa diminimalisir hingga sekarang.

Itulah lima ilmuwan Indonesia yang karyanya sudah dikenal di dunia dan masih diaplikasikan hingga saat ini.

(Visited 7 times, 1 visits today)