Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Pelajar SMA di Labuan Batu ini Kisahkan Nasibnya yang Tiba-tiba Dikeluarkan dari Anggota Paskibra

2 min read
Sharing is Caring

Terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) merupakan sebuah kebanggan tersendiri.

Betapa tidak, proses panjang harus dilalui, mulai dari seleksi-seleksi hingga proses pembinaan yang ketat.

Jadi, tidak sembarang orang bisa menjadi anggota Paskibra.

Namun sepertinya, kebanggaan siswa laki-laki asal Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara untuk menjadi anggota Paskibra harus musnah begitu saja

Dilansir GridHot.ID dari akun instagram @ndorobeii, Selasa (13/8/20190, siswa SMA itu awalnya dinyatakan lolos menjadi anggota Paskibra.

Akan tetapi, tanpa alasan yang jelas, posisinya sebagai anggota Paskibra tiba-tiba digantikan oleh siswa lain.

Diduga, posisnya digantikan oleh seorang anak pejabat yang masuk menjadi anggota Paskibra tanpa mengikuti tahap seleksi.

Baca juga  Heboh! Menteri Jokowi Akan Ada yang Berumur Dibawah 30 Tahun, Netizen: Atta Halilintar?

“Anak Yatim Yang Malang, Terpilih sebagai anggota Paskibraka kab. Labuhan batu di tengah perjalanan dikeluarkan begitu saja demi masuknya anak seorang pejabat yang tak pernah mengikuti tahap seleksi … !!!
.
Benarkah demikian
.
.
source malibas chanel,” tulis akun Instagram @ndorobeii dalam kolom keterangan.

Awalnya dinyatakan lolos, siswa laki-laki itu menjelaskan bahwa ia sempat mengikuti pengukuran baju dan sepatu, sebelum kemudian namanya hilang pada saat akan masuk masa karantina.

“Usai tahap terakhir itu, saya pulang terus pengumuman kasih ke sekolah, nama saya di nomor 29. Udah ikut pengukuran baju, pengukuran sepatu. Terus terakhir karantina, nama saya tidak ada keluar kak,” ujar siswa laki-laki itu seperti dikutip dari Instagram @ndorobeii, Selasa (13/8/2019)

Baca juga  Demo Papua Merdeka di Kota Malang Berakhir dengan Kericuhan

“Kecewa, sedih, semua lah kak. Karena saya pikir kan saya ikut itu (paskibra) saya dapat sertifikatnya, biar kalau daftar anggota TNI bisa gampang,” tambahnya.

Sambil menahan air mata, siswa laki-laki itu berharap agar panitia bisa adil dalam menentukan siapa saja yang pantas menjadi anggota Paskibra.

“Harapannya, untuk saat ini cukup saya aja yang ngrasain. Untuk tahun-tahun berikutnya jangan ada lagi,” ujar siswa-laki-laki itu.

“Untuk panitia, kalau bisa yang lebih adil lagi. Kalau memang menggantikan saya, ya gantikan yang dengan yang ikut seleksi, yang lebih pantas dari saya. Jangan yang nggak ikut seleksi dimasukkan waktu karantina,” sambungnya

(Visited 23 times, 1 visits today)