Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Demo Papua Merdeka di Kota Malang Berakhir dengan Kericuhan

2 min read
Sharing is Caring

Aksi demo Papua Merdeka yang berada di Jalan Basuki Rahmat Kota Malang, berakhir dengan kericuhan, Kamis (15/8/2019). Para mahasiswa peserta aksi terlibat bentrok dengan para warga. Mereka saling lempar batu dan baku hantam sehingga menyebabkan beberapa orang terluka.

Tak hanya itu, keributan di utama Kota Malang ini membuat pengguna jalan ketakutan. Sejumlah pemilik toko di sepanjang jalan bahkan berlari ketakutan. Mereka memutuskan untuk bersembunyi dan menutup toko mereka.

Bentrok mahasiswa dan warga ini berlangsung sengit. Beruntung sejumlah aparat kepolisian cepat menghalau sehingga bentrok bisa diredam.

Seperti yang dilansir dari iNews.id, Kamis (15/08/2019) menyebutkan, bentrok terjadi lantaran ratusan mahasiswa memblokade jalan. Akibatnya aktivitas warga terganggu. Kondisi ini membuat warga sekitar marah dan meminta mahasiswa bubar.

Baca juga  Akui Ikut Geruduk Asrama Papua di Surabaya, FPI: Kami Hanya Diajak

Namun, bukannya bubar, kelompok yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) ini malah bertahan dan meneruskan aksinya. “Mereka berdemo, menuntut Papua merdeka. Tetapi dengan cara memblokade jalan. Ini yang membuat warga marah,” kata salah seorang warga.

Sebagaimana disampaikan peserta aksi dalam orasinya, mereka menuntut referendum. Masa mendesak pemerintah Indonesia memberikan kebebasan bagi rakyat Papua untuk menentukan sendiri nasibnya. “Pemerintah Indonesia telah melanggar pasal 18 dalam Newyork Agreement pada 15 Agustus 1962 silam,” kata salah satu pengunjuk rasa.

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan, keributan antara mahasiswa peserta aksi dan warga sudah bisa diredam. Namun, Asfuri mengakui ada sejumlah korban akibat keributan itu, baik dari kalangan warga, mahasiswa maupun aparat.

Baca juga  Hantu Legenda yang Ada di Indonesia, Serem Parah!

“(Keributan) sudah bisa diredam. Mereka yang terluka juga langsung dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan,” katanya.

Untuk menghindari keributan lebih luas, Asfuri mengatakan telah membubarkan aksi demonstrasi mahasiswa AMP tersebut. Apalagi, demonstrasi tersebut juga menjurus pada disintegrasi bangsa. “Demo ini mengancam persatuan Indonesia. Karena itu kami bubarkan,” katanya.

(Visited 13 times, 1 visits today)