Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Viral Kencingi Bendera Merah Putih, Polisi Buru Pelakunya

3 min read
Kencingi Bendera Merah Putih

Kencingi Bendera Merah Putih

Sharing is Caring

Bulan Agustus adalah bulan perayaan HUT Kemerdekaan RI. Karena itulah srbagai pesta rakyat menyambut kegembiraan dan syukut atas kemerdekaan yang telah kita rengkuh, di segenap pelosok negeri banyak dihiasi dengan bendera merah putih.

Bendera merah putih adalah bendera kenegaraan bangsa Indonesia. Karena itu semestinya diperlakukan secara mulia. Jangan coba-coba untuk melecehkannya.

Sayangnya, seperti yang dilansir detikcom (10/8/2019), baru-baru ini di media sosial sedang viral potongan video seorang pemuda yang diduga mengencingi bendera merah putih. Tak ayal lagi, segera Polisi menyelidiki kasus ini karena meresahkan masyarakat.

Seperti yang dikutip detikcom, di media sosial, Sabtu (10/8/2019), cuplikan video sedang ramai jadi pembahasan warganet. Dalam video tersebut, nampak seorang pemuda berkaos putih diduga sedang mengencingi bendera merah putih.

“Bendera merah putih kau kencingi, memang parah. Ini ada lafaz Allah (di dekat bendera tersebut-red). Aku adui kau ke Ma’ruf Amin, j*ng,” kata seorang pemuda yang diduga merekam kejadian tersebut. 

Baca juga  GNPF-Ulama Bakal Kembali Dukung Prabowo Jika Ikut Indonesian Idol? Waduh, Sinis Banget!

Ketika diinvestigasi lebih mendalam oleh detikcom, komentar warganet yang ada dalam social media memprediksi kejadian tersebut diduga terjadi di wilayah Pekanbaru, Riau.

Namun ketika dikonfirmasi detikcom lagi, Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengaku akan menyelidiki kasus ini.

“Kami masih selidiki apa benar kejadiannya di Pekanbaru. Pelaku juga sedang ditelusuri, di-profiling warga yang tinggal di Pekanbaru atau bukan,” kata Kombes Sunarto.

Kombes Sunarto belum bisa merespons lebih jauh terkait kasus ini, termasuk soal adanya video yang diduga permintaan maaf dari sosok pemuda yang terlibat aksi tersebut. 

“Tunggu dari hasil penelusuran, yang jelas kita telusuri dulu,” ujarnya.

Yang jelas, kasus ini tidaklah main-main. Pasalnya berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan bendera merupakan simbol kedaulatan dan kehormatan negara.

Baca juga  Berpotensi Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia, HRS Cuma Punya Dua Pilihan

Apalagi dalam undang-undang itu juga termaktub pernyataan terkait jerat pidana bagi warga yang melakukan penghinaan terhadap lambang negara. Sanksi itu diatur dalam Pasal 154a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Barang siapa menodai bendera kebangsaan Republik Indonesia dan lambang Negara Republik Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 45 ribu,” bunyi pasal tersebut.

Selain itu, ada juga Pasal 57 UU 24/2009 yang berbunyi setiap orang dilarang:

a. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak lambang negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan lambang negara;

b. menggunakan lambang negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;

Baca juga  Sosok Pelayat Mbah Moen ini Jadi Sorotan, Rupanya Ikut Pimpin Doa

c. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan

d. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.

Karenanya, pelaku dapat melanggar larangan itu dapat dijerat Pasal 68 UU 24/2009 dengan ancaman kurungan maksimal lima tahun dan denda Rp 500 juta.

“Setiap orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah),” bunyi pasal tersebut. 

Semoga polisi mampu segera mengusut pelakunya. Dan kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua warga negara.

(Visited 8 times, 1 visits today)