Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Gus Solah, Try Sutrisno Dan Ryamizard Tegas ! Tak Ada NKRI Bersyariah

2 min read
NKRI Bersyariah

NKRI Bersyariah

Sharing is Caring

Satu per satu tokoh bangsa akhirnya muncul berkomentar mengenai tujuan FPI dan ijtimak ulama 4 yang ingin mewujudkan khilafah dan NKRI bersyariah. Komentar mereka semuanya tegas menolak gagasan tersebut. Tak ada NKRI bersyariah di Indonesia karna sudah lama dicoret diganti dengan NKRI Harga Mati.

Sebagaimana diketahui, ijtimak ulama 4 yang berisi para aktifis FPI, 212 dan GNPF pimpinan Yusuf Martak dan Habib Rizieq membuat keputusan ingin mewujudkan khilafah dan NKRI bersyariah. Keputusan itu mereka rekomendasikan pada acara yang digelar di Sentul Bogor, beberapa hari lalu.

Sudah cukup banyak elit politik kita yang menentang hasil ijtimak itu diantaranya dari Nasdem, PKB dan PPP. Semuanya kompak bahwa mengusung wacana itu sama saja dengan ingin mengorek luka lama , konflik lama yang dulu pernah ditorehkan oleh kelompok DI /TII. Tujuan bersyariah Islam untuk Indonesia itu diwujudkan oleh DI TII dalam sebuah pemberontakan bersenjata dan akhirnya ditumpas oleh TNI.

Baca juga  Jika Usulannya Ingin Diakui, Anggota DPR RI Tantang HRS Buat FPI Jadi Partai

Tak ketinggalan, para tokoh senior bangsa kemudian juga ikut bersuara keras menolak keputusan ijtimak ulama 4 itu. Diantaranya adalah Gus Solah, Try Sutrisno dan Ryamizard Ryacudu.

Sebagaimana CNN Indonesia melaporkan, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid atau Gus Solah, Menteri Pertahanan Ryzamizard Ryacudu, dan Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno menyatakan tak ada istilah NKRI bersyariah karena sila pertama Pancasila sudah direvisi. Mereka menganggap umat Islam selama ini bisa beribadah tanpa ada istilah NKRI bersyariah.

“NKRI bersyariah itu tidak ada. Dulu sila pertama itu kan dicoret, menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Di UUD juga dulu mengandung kata syariah, sekarang tidak ada,” ujar Gus Sholah di Grand Sahid Jaya, Senin (12/8) dikutip CNN Indonesia.

Baca juga  Nah, Lho! Akhirnya MA Kembali Tolak Kasasi Prabowo Soal Kecurangan TSM! Kurang Kerjaan?

Gus Sholah menegaskan, penolakan terhadap istilah NKRI bersyariah itu tak lantas membuatnya anti terhadap syariat Islam. Menurutnya, tanpa menggunakan istilah NKRI bersyariah pun masyarakat dapat menjalankan syariat Islam dengan baik. 

Gus Solah menegaskan bahwa masyarakat hanya perlu menggunakan istilah NKRI. Tanpa ada embel-embel syariat lagi. 

Hal senada disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Menurutnya, syariat telah diatur dalam Pancasila sila pertama. Ia menolak menyebut istilah NKRI bersyariah. 

“NKRI ya NKRI. Syariah itu ada di dalam pancasila. Melaksanakan syariah ya melaksanakan sila ke-1,” ucapnya.

Sementara itu mantan wakil presiden Try Sutrisno menegaskan bahwa landasan dasar NKRI adalah Pancasila. Sedangkan syariat adalah persoalan pribadi masing-masing individu. 

Baca juga  FPI: Setelah Pelantikan Presiden, Habib Rizieq Mungkin Pulang Ke Indonesia

“NKRI bersyariah, saya tidak tahu itu. Yang penting NKRI itu berpancasila. Yang lain-lain, bicara syariat itu pada pribadi,” ujar Try dikutip CNN Indonesia (12/8).

Syariat ini, kata dia, menjadi pedoman bagi umat Islam. Sementara bagi agama lain juga memiliki pedoman sendiri yang tak bisa disamakan dengan syariat Islam.

(Visited 10 times, 1 visits today)