Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

5 Hujan Paling Aneh Di Tata Surya, Ada Juga Hujan Permata

2 min read
Sharing is Caring

Hujan, salju, dan hujan es adalah bentuk umum dari presipitasi. Terlepas dari bentuknya, curah hujan yang kita jumpai di Bumi terdiri dari air. Planet-planet lain, dan bulan, juga mengalami berbagai bentuk curah hujan. Badai hujan dan salju yang terjadi di tempat lain di alam semesta terdiri dari unsur-unsur yang berbeda dari yang kita alami di Bumi. Ini menghasilkan beberapa fenomena yang sangat menarik.

Hujan Batu

Pertama kali diamati pada Februari 2009, COROT-7b adalah sebuah planet ekstrasurya yang hampir dua kali ukuran Bumi. Kepadatannya mirip dengan planet asal kita, meski kondisinya tidak seramah itu. COROT-7b terletak sekitar 2,5 juta kilometer dari bintangnya. Sebagai perbandingan, Merkurius terletak sekitar 47 juta kilometer dari Matahari di titik terdekatnya. Kondisi yang panas terik mampu melelehkan dan menguapkan batuan, yang menciptakan bentuk presipitasi unik. Batuan cair menguap dan naik ke atmosfer, di mana ia mengembun dan membentuk awan batuan. Batuan itu jatuh sebagai kerikil yang kecil dan panas.

Baca juga  4 Meteorit yang Jatuh ke Bumi Ternyata Berasal dari Mars

Hujan Kaca

Sebuah planet ekstrasurya bernama HD 189733b ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble pada tahun 2005. Suhu permukaan HD 189733b pada siang hari mencapai 930 derajat Celcius. Seperti Bumi, planet ini tampak biru dari jauh, tetapi warnanya didapatkan dari hujan kaca yang mengguyur planet ini. Kecepatan angin pada HD 189733b mencapai hingga tujuh kali kecepatan suara.

Es Kering Salju

Mars memiliki badai salju yang terjadi pada tengah malam. Planet tetangga ini memiliki awan air dan es yang sangat rendah, hanya 1 atau 2 kilometer di atas permukaan planet ini. Informasi yang dikumpulkan oleh Mars Global Surveyor dan Mars Reconnaissance Orbiter membuktikan hujan salju Mars dapat mencapai permukaan planet dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Suhu turun drastis ketika Matahari terbenam di Mars, dan angin kencang menciptakan badai salju.

Baca juga  Indah dan Memukau, Deretan Wisata Air Terjun Terbaik di Indonesia

Hujan Batu Permata

HAT-P-7b adalah planet ekstrasurya yang terletak 1.000 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini 40 persen lebih besar dari Jupiter dan mengorbit bintang dua kali lebih besar dari Matahari kita. HAT-P-7b sangat dekat dengan bintangnya. Awan P-7b sangat indah dan mengandung korundum, mineral yang menghasilkan safir dan rubi di Bumi.

Sunscreen Snow

Kepler-13Ab adalah planet yang sangat panas yang berjarak 1.730 tahun cahaya dari Bumi. Exoplanet ini mengeluarkan titanium dioksida, bahan aktif tabir surya. Temperatur di siang hari planet ini mencapai 2.760 derajat Celcius (5.000 ° F), menjadikan Kepler-13Ab salah satu dari planet ekstrasurya yang paling terkenal.

Baca juga  5 Negara Ini Menggaji Penganggurannya, Indonesia Gimana Ya?
(Visited 9 times, 1 visits today)