Wed. Sep 23rd, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

Respon Muhammadiyah Perihal NKRI Syariah

2 min read
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir

Sharing is Caring

Salah satu rekomendasi Ijtimak Ulama IV yang mengajak umat Islam untuk mewujudkan NKRI bersyariah berdasarkan Pancasila ditolak mentah-mentah oleh pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar tanah air, Muhammadiyah pun akhirnya merespon hasil Ijtima Ulama jilid 4 itu.

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan konsep NKRI saat ini sudah sarat dengan nilai-nilai syariah. Oleh karenanya, ia meminta tidak ada lagi pertentangan istilah syariah di tengah-tengah masyarakat.

“NKRI itukan sudah lama bersyariah. Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan adil beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin hikmah kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial,” kata Haedar di Yogyakarta, seperti dilansir dari detik.com (8/8/2019).

Baca juga  PA 212: "Harapan saya 2024 khilafah tegak di Indonesia"

Penjelasan menohok Haedar tersebut sepertinya membungkam pihak penyelenggara Ijtima Ulama yang kekeh mewujudkan NKRI syariah yang seakan-akan Pancasila tidak syariah sebagai ideologi sebuah negara. Haedar pun menilai konsep-konsep dan simbol yang menjauh dari NKRI tidak diperlukan lantaran ‘syariah’ sendiri telah tercantum dalam Pancasila.

“Nah, maqashid syariah, tujuan syariah itukan sudah tercakup di dalamnya (Pancasila). Jadi tidak perlu lagi ada idiom-idiom, simbol-simbol, dan konsep-konsep yang makin menjauhkan NKRI ini dari jiwanya, karena hanya berpikir soal nama, soal atribut, soal cangkang, soal kulit,” sebutnya.

Dia pun menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinya telah final menjadikan Indonesia sebagai darul ahdi wa syahadah. Yakni, negera hasil kesepakatan bersama yang di dalamnya memiliki Pancasila sebagai ideologi negara.

Baca juga  Virus Corona Melanda, Novel Bamukmin Sebut Karena Tuhan Murka

“Praktikkan saja Pancasila, insyaallah baik syariat Islam maupun syariat agama lain itu akan tercakup di dalamnya. Jadi sudah cukup, kita jangan terus dihadapkan pada pertentangan istilah-istilah,” tegasnya.

“Jadi ini saatnya Indonesia mengimplementasikan dan mewujudkan Pancasila. Juga tadi, buat para pejabat juga mari lebih baik kita gerakkan Pancasila untuk kita amalkan, kita praktikkan termasuk dalam kebijakan,” pungkas Haedar.

(Visited 11 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.