Thu. Oct 29th, 2020

Kopi17an

Konten Pilihan Satu Tujuan

5 Fakta Aneh Mengenai De Ja Vu

2 min read
Sharing is Caring

Déjà vu adalah nama yang diberikan pada perasaan yang kita rasakan ketika merasa berada dalam situasi yang persis sama sebelumnya.

A ‘Mix-Up’ Of Senses and Memory

Hipotesis ini mencoba menjelaskan sensasi déjà vu dengan menghubungkannya dengan perspektif indera kita. Eksperimen psikologis yang terkenal, studi Grant et al, menunjukkan bahwa ingatan kita bergantung pada konteks, artinya kita dapat mengingat informasi dengan lebih baik ketika ditempatkan di lingkungan yang sama ketika kita mempelajarinya. Ini membantu menjelaskan déjà vu dengan menunjukkan bagaimana rangsangan dalam lingkungan dapat dengan mudah memprovokasi memori.

Pemrosesan Ganda

Mirip dengan teori sebelumnya, hipotesis ini melibatkan memori yang bertindak secara tidak benar atau menggunakan pemrosesan yang lebih tinggi. Ketika kita awalnya merasakan sesuatu, otak kita menempatkannya ke dalam memori pendek. Jika kita terus merevisi informasi yang diproses, pada akhirnya informasi itu akan ditransfer ke dalam memori jangka panjang di mana lebih mudah untuk memprosesnya.

Baca juga  5 Kebiasaan Mengejutkan yang Bisa Bikin Kamu Gagal

Teori Alam Semesta Paralel

Gagasan bahwa kita hidup di antara jutaan alam semesta paralel yang berisi jutaan versi diri kita yang menjalankan kehidupan kita sendiri dengan beragam kemungkinan yang berbeda merupakan pemikiran yang menarik. Déjà vu sebenarnya dapat berkontribusi pada teori ini. Orang-orang yang percaya teori ini mengklaim bahwa pengalaman manusia tentang déjà vu dapat dijelaskan dengan mempertimbangkan perasaan gelisah karena telah hidup sebelumnya sebagai “crossover” dengan alam semesta paralel.

Keakraban

Ketika kita mengenali rangsangan di lingkungan kita, kita menggunakan memori pengenal yang datang dalam dua bentuk: keakraban dan ingatan. Memori ingatan adalah ketika kita mengingat melihat sesuatu yang telah kita lihat sebelumnya. Otak kita mengambil dan menerapkan informasi yang benar yang telah kita kodekan ke dalam ingatan kita. Namun, pengenalan berdasarkan keakraban sedikit berbeda. Inilah yang terjadi ketika kita percaya bahwa kita melihat sesuatu yang kita kenali, tetapi kita tidak memiliki ingatan tentang hal itu.

Baca juga  Ini Hikmah Mewabahnya Virus Corona Menurut Ustadz Abdul Somad

Teori Hologram

Teori hologram adalah gagasan bahwa ingatan kita terbentuk seperti gambar tiga dimensi, yang berarti mereka memiliki jaringan bingkai terstruktur. Teori ini, dikemukakan oleh Hermon Sno, yang mengatakan bahwa seluruh pembentukan memori dapat direkonstruksi oleh satu elemen.

(Visited 15 times, 1 visits today)

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.